Shift-Learning towards remote area on freshers of english education

Muhammad Sandy Al Fath, Muhammad Abdul Azis, Didik Murwantono
2020 JURNAL SATWIKA  
The development of technology brings a bunch of changes in every aspect in the world. In the education fields, it brings new concepts; a sense of easiness in learning and teaching process, such as, easiness of receiving information (knowledge) through internet, conducting teaching and learning process in distance area. This new concept is called shift -learning. E-learning systems are different from learning that is usually held in class (traditional learning). In industrial revolution 4.0, it
more » ... revolution 4.0, it is important that we use internet to fulfill the objective of education. This paper aims to identify the way fresh students from remote areas handle this situation. This research used descriptive qualitative. The research subjects consisted of 12 students of the English Language Study Program of Universitas Ahmad Dahlan in 2019. Data collection techniques were carried out using observation and interviews. From the student's perspectives, it was found that Shift-learning (e -Learning) is not something new for them, Shift-learning (e -Learning) leads students to broaden their knowledge, making them flexible to access the materials. However, less supported facility becomes the significant challenge. It showed that most English students from remote areas are ready to use e-learning in learning English because e-learning is not something new to them. Although less supporting facility and guidance from lecturers become the challenges for students, these do not stop them from using elearning. ABSTRAK Perkembangan teknologi membawa banyak perubahan di setiap aspek di dunia. Di bidang pendidikan, hal ini membawa konsep baru; berbagai kemudahan dalam proses belajar mengajar, seperti, kemudahan menerima informasi (pengetahuan) melalui internet, melakukan proses belajar mengajar di daerah yang jauh. Konsep baru ini disebut shift-learning. Sistem E-learning berbeda dengan pembelajaran yang biasanya diadakan di kelas (pembelajaran tradisional). Dalam revolusi industri 4.0, penting menggunakan internet untuk memenuhi tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara mahasiswa baru yang berasal dari daerah terpencil dalam menangani situasi ini. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, subjek penelitian terdiri dari 12 mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan pada tahun 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara. Dalam perspektif mahasiswa, ditemukan bahwa (1) shift-learning (e-learning) tidak asing bagi mahasiswa; (2) shift-learning (e-learning) menuntun siswa untuk memperluas pengetahuan mereka; (3) membuat mereka fleksibel untuk mengakses materi; dan (4) fasilitas yang kurang mendukung menjadi tantangan penting dalam pelaksanaan e-learning. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa bahasa Inggris yang berasal dari daerah terpencil siap melakukan e-learning dalam pembelajaran bahasa Inggris. Selain itu, fasilitas yang kurang mendukung dan minimnya bimbingan dari dosen menjadi tantangan bagi para mahasiswa yang berasal dari daerah terpencil dalam melakukan e-learning. Akan tetapi, hal ini tidak menjadi halangan bagi mereka dalam melakukan pembelajaran e-learning.
doi:10.22219/kembara.v6i1.11779 fatcat:ii4rcdsojjhexjxg6rscnk3jvy