Stereotip terhadap Aliran Penghayat Sapta Dharma dan Usaha Penganut Sapta Dharma mengatasinya melalui Konsep Diri

Athaya Saraswati, Afrilia Sekar Dewanti
2020 Jurnal Audiens  
Traditional traditions and religions in Indonesia are formed from customs and culture that have existed for a long time. Traditional beliefs and traditions continue to grow and develop in Indonesia. One of the many trusted followers, namely Sapta Dharma. The teachings of the Sapta Dharma hold fast to loyalty to Allah the Most High, and help anyone if necessary without expecting anything. The concept of God in Sapta Dharma is simple and abstract. But in reality, there are some groups of people
more » ... groups of people of certain religions who do not want the existence of the Sapta Dharma, the belief that the followers of the mystical tradition of the Sapta Dharma are heretics often appear in the people's perception. The stereotype provides many social impacts felt by members of the Sapta Dharma faith. This study uses the theory of symbolic interactionism. The purpose of this research is to find out the stereotypes given to the followers of Sapta Dharma and their efforts to overcome them through self-concept. The method used in this research is the case study method. As a result, the same response was given by some adherents of Sapta Dharma in response to these stereotypes. Through self-concept, adherents of the Sapta Dharma school of trust choose the behavior they determine to respond to it. Abstrak Kepercayaan yang ada di Indonesia terbentuk dari adat-istiadat maupun budaya yang sudah ada sejak dahulu. Salah satu dari kepercayaan yang memiliki banyak pengikut, yakni Sapta Dharma. Ajaran Sapta Dharma berpegang teguh pada kesetiaan kepada Allah Hyang Maha Agung, serta menolong siapa saja bila perlu tanpa mengharapkan sesuatu. Konsep Tuhan dalam Sapta Dharma berbentuk sederhana dan abstrak. Namun pada kenyataannya, terdapat beberapa kelompok masyarakat penganut agama tertentu yang tidak menginginkan keberadaan Sapta Dharma, anggapan penganut aliran kebatinan Sapta Dharma adalah penganut aliran sesat sering muncul didalam persepsi masyarakat. Stereotip tersebut memberikan banyak dampak sosial yang dirasakan oleh warga penganut kepercayaan Sapta Dharma. Dengan mengguanakan teori interaksionalisme simbolik, penelitian ini menemukan bahwa stereotip yang diberikan kepada penghayat Sapta Dharma dan usaha mereka mengatasinya melalui konsep diri. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi kasus. Hasilnya, respon yang sama diberikan oleh beberapa penganut Sapta Dharma dalam menanggapi stereotip tersebut. Melalui konsep diri, penganut aliran kepercayaan Sapta Dharma memilih perilaku yang mereka tentukan untuk menanggapi stereotip yang melekat pada mereka.
doi:10.18196/ja.1107 fatcat:p6lnwxo6gjbxnfwdst633dhrpy