UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus L.)

Anissa Sedu, Edwin De Queljoe, Julianri Sari Lebang
2020 PHARMACON  
ABSTRACTStarfruit leaves (Averrhoa Bilimbi L) is a plant that contains tannins and flavonoids. In accordance with previous research it was stated that tannins and flavonoids have antiperetic activity. This study aims to determine whether the ethanol extract of starfruit leaves has an antiperetic effect in wistar male rats (Rattus Norvegicus L) induced by the DPT vaccine. This study used 15 test animals and devided into 5 grops consisting of negative control (cmc 1%), positive control
more » ... control (paracetamol) and the test dose group namely the administration of starfruit leaves extract 3,6 mg/200 grams BW, 7,2 mg/200 grams BW and 14,4 mg/200 grams BW. Each mouse was induced with DPT vaccine doses of 0,2 ml intramuscularly. Temperature measurements were made taken before induction, 2 hours after induction and every 30 minutes for 3 hours. The results showed a decrease in temperature in the 60th minute of starfruit leaves 3,6 mg/200 grams BW, 7,2 mg/200 grams BW and 14,4 mg/200 grams BW. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA test and LSD test. Based on the results of the study it can be concluded that the ethanol extract of starfruit leaves 3,6 m, 7,2 mg and 14,4 mg has antiperetic activity in male white rats. Keywords : Averrhoa bilimbi L,Antiperetic,Rattus novergicus L,Vaksin DPTABSTRAK Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah salah satu tanaman yang mengandung zat tanin dan flavonoid. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa tanin dan flavonoid mempunyai aktivitas antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun belimbing wuluh memiliki efek sebagai antipiretik pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus L.) yang di induksikan vaksin DPT. Penelitian ini menggunakan hewan uji sebanyak 15 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kontrol negatif (CMC 1%), kontrol positif (parasetamol) dan kelompok dosis uji yaitu pemberian ekstrak daun Belimbing wuluh 3,6 mg/200 gram BB, 7,2 mg/200 gram BB, dan 14,4 mg/200 gram BB. Tiap tikus diinduksi dengan vaksin DPT sebanyak 0,2 ml secara intramuskular. Pengukuran suhu dilakukan sebelum induksi, 2 jam setelah pemberian induksi dan setiap 30 menit selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penuruan suhu pada menit yang ke 60 ekstrak etanol daun belimbing wuluh 3,6 mg/200 gram BB, 7,2 mg/200 gram BB, dan 14,4 mg/200 gram BB. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah dan uji LSD dapat menurunkan suhu rektal tikus. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun belimbing wuluh 3,6 mg, 7,2 mg, dan 14,4 mg mempunyai aktivitas antipiretik pada tikus putih jantan. Kata Kunci : Averrhoa bilimbi L., Antipiretik, Rattus norvegicus L, Vaksin DPT
doi:10.35799/pha.9.2020.31370 fatcat:baekiu5y4vbyne3gjlhblac7pe