ANALISIS ANTRIAN DALAM OPTIMALISASI SISTEM PELAYANAN KERETA API DI STASIUN PURWOSARI DAN SOLO BALAPAN

Siti Anisah, Sugito, Suparti, Mahasiswa Jurusan, Statistika Fsm, Universitas Diponegoro, Staf Jurusan, Statistika Fsm, Universitas Diponegoro
2015 unpublished
Train is one of mass transportation's mode in great demand by the people of Indonesia. Purwosari and Solo Balapan stations are place which often visited by the public to travel long distances by using the train from economy class, business and executive. With so many types of trains that pass through the station, so the queuing analysis needs to be done to find out how the train service system at the station. From the results obtained, the queuing model at the Purwosari station is
more » ... ∞) for model lanes of 1 and 4 and lanes of 2 and 3. For the queuing model from lanes of 1 and 5 in the Solo Balapan station obtained models (M/M/2):(GD/∞/∞). Later models of queuing lanes of 2,3, and 4 at the station Solo Balapan is 1. PENDAHULUAN Setiap perusahaan pastinya membutuhkan manajemen operasional dalam menjalankan kegiatan usahanya. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki kinerja produktivitasnya di mata pelanggannya. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa seperti PT. Kereta Api Indonesia sangat membutuhkan manajemen operasional untuk membuat sistem yang lebih baik dari sistem sebelumnya. Masalah antrian merupakan salah satu masalah yang sangat perlu diperhatikan. Fenomena antrian tampak ditemukan dalam fasilitas-fasilitas pelayanan umum, salah satunya terlihat pada antrian kereta api di Stasiun Purwosari dan Solo Balapan. Dengan jenis dan jumlah kereta api yang ada di Stasiun Purwosari dan Solo Balapan yang begitu banyak menyebabkan terjadinya antrian panjang pada kereta api yang akan datang atau pergi dari stasiun tersebut. Adanya antrian kereta api tersebut maka penumpang yang menunggu pemberangkatan dari stasiun semakin bertambah banyak. Dalam banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Persoalan yang selalu timbul adalah apakah cukup memadai (ekonomis) antara perbaikan sistem baru (misalnya, penambahan pelayanan; memperbarui alat-alat dan sebagainya) dibandingkan dengan keadaan pada sistem sebelumnya. Biaya yang dikeluarkan akibat memberikan pelayanan tambahan, akan menimbulkan pengurangan keuntungan mungkin sampai di bawah tingkat yang dapat diterima. Salah satu cara untuk memperbaiki fasilitas pelayanan dapat direncanakan dengan suatu metode. Metode yang digunakan adalah analisa antrian. Dengan analisa antrian, dapat diketahui apakah sistem pelayanan yang ada sudah mencapai suatu keadaan yang optimal atau belum. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Dasar Antrian Teori antrian dikemukakan dan dikembangkan oleh AK. Erlang, seorang insinyur Denmark, pada tahun 1910. Proses antrian sendiri merupakan suatu proses yang berhubungan dengan kedatangan pelanggan pada suatu fasilitas pelayanan, menunggu
fatcat:z2lwxxseuneybar4v6vnt55dfq