POLEMIK PEMBERIAN HARTA WARIS MELALUI WASIAT KEPADA ANAK ANGKAT

Habiburrahman Mahkamah, Agung Republik Indonesia, Kata Kunci, Waris, Harta Waris, Anak Angkat, Dan Wasiat, Wajibah
unpublished
This paper describes the polemic of the distribution of waris for foster child in the study of Islamic law and the laws and regulations in Indonesia. The distribution of estate to foster child was regulated in article 209 in the Compilation of Islamic Law (KHI). Thus, this is a signal that the influence of customary law and Western law had entered in KHI. Therefore, by this paper, Author would like to emphasize that the distribution of waris to the foster child by using the concept of wasiat
more » ... oncept of wasiat wajibah in KHI is wrong. It is not based on the shari'ah (qath'iy al-dilâlah), but rather based on logic of the law and humanitarian considerations, and it is zhanniy al-dilâlah. Thus, author sure that the distribution of waris by one third (1/3) of estate to the foster child by using the concept of wasiat wajibah is an erroneous ijtihad, cotradiction with the texts, and could be detrimental to the main heirs. Abstrak Tulisan ini menjelaskan tentang polemik pemberian harta waris kepada anak angkat dalam diskursus ilmu hukum Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Ketentuan hukum pemberian harta warisan kepada anak angkat sebagaimana diatur dalam Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam (KHI) merupakan fakta yuridis masuknya pengaruh hukum Adat dan hukum Barat ke dalam KHI. Oleh karena itu, dalam tulisan ini, penulis ingin menegaskan bahwa pemberian harta warisan kepada anak angkat dengan menggunakan konsep wasiat wajibah ke dalam KHI, pada umumnya bukan didasarkan kepada landasan syari'at (qath'iy al-dilâlah), tetapi lebih didasarkan kepada logika hukum dan pertimbangan kemanusiaan ahli waris untuk memberikan sebagian harta waris kepada saudara atau anak angkat, meski secara syar'i hal tersebut terma-suk zhanniy al-dilâlah. Sehingga pemberian harta waris sebesar 1/3 dari harta waris kepada anak angkat dengan menyandarkan hukum kepada wasiat wajibah, merupa-kan ijtihad yang keliru, bertentangan dengan nash, dan dapat merugikan ahli waris utama.
fatcat:kufw3wkksja5zdfc5cahfyycim