Hubungan Resiliensi dan Kualitas Tidur Mahasiswa Profesi Ners Universitas Klabat Tahun Ajaran 2019/2020

Grace Fresania Kaparang, Wini Nabut
2020 Klabat Journal of Nursing  
Tidur merupakan proses biologis yang penting untuk kehidupan dan kesehatan yang optimal. Tidur berhubungan erat dengan kesehatan mental. Kualitas tidur dan resiliensi secara teoritis dapat membagi dasar mekanisme saraf yang saling mempengaruhi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan resiliensi dan kualitas tidur pada mahasiswa profersi ners Universitas Klabat tahun ajaran 2019/2020. Metode Penelitian: merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Analisa
more » ... ectional. Analisa data menggunakan uji spearman. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Kesiliensi yang diterjemahkan dari Nicholson McBride Resilience Questionnaire (NMRQ), dan kualitas Tidur adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), yang diberikan kepada 60 responden. Hasil analisa: menunjukan bahwa dari 60 responden 27 (45%) responden memiliki resiliensi "luar biasa" dan 3 (5%) responden memiliki resiliensi "berkembang" sedangkan Kualitas Tidur 57 (95%) responden memiliki "Kualitas Tidur Buruk" dan 3 (5%) memiliki "Kualitas Tidur Baik". Hasil uji statistik korelasi Spearman, ditemukan nilai r = -0.149 dan p = .255 (> .05). Dengan demikian tidak ada hubungan yang signifikan antara Resiliensi dan Kualitas Tidur pada mahasiswa Profesi Ners Universitas Klabat. Tahun Ajaran 2019/2020. Rekomendasi: bagi peneliti selanjutnya agar mengambil lebih banyak jumlah sampel dan mengobservasi perilaku resiliensi responden secara langsung dan tidak hanya bergantung pada kuesioner self-rated. Walaupun hasil penelitian tidak menunjukkan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan resiliensi, tetapi, tetap disarankan kepada mahasiswa profesi untuk menjaga kualitas tidur, bukan hanya karena ada alasan yang lain, tapi, bisa jadi resiliensi akan menurun setelah kualitas tidur buruk jangka panjang. Kata kunci : resiliensi, kualitas tidur, mahasiswa
doi:10.37771/kjn.v2i1.421 fatcat:usxs23hmavfxtjo6hxxkjari5y