TINJAUAN YURIDIS UU NO.16 TAHUN 2019 MENURUT ASAS MONOGAMI DAN HUBUNGAN HUKUM DALAM PERKAWINAN

Mieke Angraeni Dewi
2020 Jurnal ilmiah hukum dan dinamika masyarakat  
Suatu akad perkawinan menurut PENDAHULUAN Hukum Islam ada yang sah ada yang tidak sah, hal ini dikarenakan, akad yang sah Perkawinan adalah suatu akad, adalah akad yang dilaksanakan dengan untuk menghalalkan hubungan serta syarat-syarat dan rukun-rukun yang membatasi hak dan kewajiban, tolong lengkap, sesuai dengan ketentuan agama. menolong antara pria dengan wanita yang Sebaliknya akad yang tidak sah, adalah antara keduanya bukan muhrim. Apabila di akad yang dilaksanakan tidak sesuai tinjau
more » ... ak sesuai tinjau dari segi hukum, jelas bahwa dengan syarat-syarat serta rukun-rukun pernikahan adalah suatu akad yang suci dan perkawinan. Akan tetapi pada kenyataan luhur antara pria dengan wanita, yang ada perkawinan-perkawinan yang menjadi sebab sahnya status sebagai suami dilakukan hanya dengan Hukum Agamanya isteri dan dihalalkan hubungan seksual saja. Perkawinan ini sering disebut dengan tujuan mencapai keluarga sakinah, Perkawinan Siri, yaitu perkawinan yang mawadah serta saling menyantuni antara 1 tidak terdapat bukti otentik, sehingga tidak keduanya. mempunyai kekuatan hukum. Undangundang 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, merupakan salah satu wujud aturan tata tertib pernikahan yang dimiliki oleh negara Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, di samping aturan-aturan tata tertib pernikahan yang lain yaitu Hukum Adat dan ABSTRACT Marriage is a bond that gives birth to the family as one of the elements in social and state life, which is governed by the rule of law in written law (state law) and unwritten law (customary law). According to Law No. 16 of 2019 marriage and the aim is as follows: "Inner and outer bonds between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the Godhead of the One". Law Number 19 Year 2019 contains very broad contents, namely regulating marital problems, divorce, child status, rights and obligations between parents and children, and also regulating guardianship issues and regulating issues of proving the origin of children. Law Number 16 Year 2019 adheres to the principle that the prospective husband and prospective wife must cook their souls and bodies to be able to carry out the marriage, with the intention that in order to be able to realize the purpose of marriage properly without ending in divorce and to get good and healthy offspring. Therefore, in Article 7 paragraph (1) of Law Number 16 Year 2019, the age limit for marriage for men and women is 19 years and 19 years for women.
doi:10.36356/hdm.v17i2.1495 fatcat:vklit34hgjbfdp5axziobm5o7m