IPTEK BAGI MASYARAKAT KELOMPOK USAHA KRUPUK PULI DI DESA TOYOMARTO, KECAMATAN SINGOSARI, KABUPATEN MALANG

2018 Teknologi pangan : media informasi dan komunikasi ilmiah teknologi pertanian  
Crackers are not just a food complement, but they are already become typical souvenir culinary products of a region. Toyomarto Village in Singosari District, Malang Regency, has the potential of cracker household industry. The problems in this business are (1) The drying of pulp cracker is hampered during the rainy season and the product is declined by 60% in the rainy season; (2) Unhygienic mixer due to irreversible rotating device which never washed; (3) Still used bleng which is prohibited
more » ... ich is prohibited by the Ministry of Health of Indonesia Government, so the cracker is very potential in interfering consumer health; (4) The cracker producer still does not know what the food additive which recommended by Ministry of Health, neither does how to use it. The solutions offered for solving the problems are: (1) Designing and making dryer; (2) Designing and making mixer; (3) Replacing bleng with food additive which permitted by Minister of Health, namely STPP (Sodium Tri Poly Phosphat); (4) Improving knowledge and skills of cracker producer in the using of STPP. ABSTRAK Krupuk tidak sekedar pelengkap makan, bahkan telah menjadi produk oleh-oleh kuliner khas suatu daerah. Desa Toyomarto di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang menyimpan potensi industri rumah tangga krupuk puli. Permasalahan pada usaha krupuk puli di Desa Toyomarto adalah (1) Penjemuran krupuk puli terhambat pada saat musim penghujan, yang mengakibatkan produksi merosot sebesar 60%; (2) Kurang higienisnya mixer akibat alat pemutar yang tidak dapat dilepas sehingga tidak pernah dicuci; (3) Masih digunakan bleng yang dilarang pemakaiannya oleh Kemenkes, sehingga krupuk puli sangat berpotensi mengganggu kesehatan konsumen; (4) Belum mengetahui prosedur/cara penggunaan BTP yang dianjurkan oleh Kemenkes untuk pembuatan krupuk puli. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah: (1) Mendesain dan membuat alat pengering krupuk (dryer); (2) Mendesain dan membuat mixer; (3) Mengganti bleng dengan BTP yang diijinkan oleh Menkes, yaitu STPP (Sodium Tri Poly Phosphat); (4) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam penggunaan STPP. Kata kunci: alat pengaduk adonan, alat pengering krupuk, bleng, dryer, krupuk puli, mixer, Singosari, STPP, Toyomarto PENDAHULUAN Krupuk merupakan makanan ringan pelengkap makan yang seringkali tidak boleh ketinggalan. Tanpa makanan ringan ini orang sering merasa ada yang kurang dalam menu makannya. Rawon, soto, nasi goreng, rujak cingur adalah menu makanan yang sering disertai dengan krupuk. Krupuk sangat beragam jenisnya, baik bahan baku maupun bahan pemberi cita rasanya. Bahan utama krupuk ada yang terbuat dari singkong seperti samiler, bisa tepung beras, tepung terigu atau pun kanji.
doi:10.35891/tp.v9i1.940 fatcat:z5ufhw4zivakfksvkrnbeadfwi