Konsepsi Hak Asasi Manusia dan Implementasinya di Indonesia

Bambang Sutiyoso
2002 Unisia  
The issues of human rights constitute the global issues recently that will not ignore with some reasons including in Indonesia. The concept of human rights and its realization in each state may not similar although actually the substance of human rights is equal. In this respect there are three concepts and implementations of human right in the world that be regarded as the representatives of western states, Socialism -communism and Islamic doctrine. The consequence of human rights emerges
more » ... rights emerges human obligations, that both human rights and human obligations are parallel and a system. The ignoring one of them will raise heavy infraction of human rights itself. The Implementation of human rights in Indonesia particularly even though many cases emerge generally either development or the maintenance of human rights seems the progress. In this sense, the regulating law of human rights by legislating the rules and by establishing the Human Rights Court in overcoming many cases of heavy evading of raised human rights. Istilah hak-hak asasi manusia dalam apapun yang dapat mencabut hak itu dari beberapa bahasa asing dikenal dengan tanganpemiliknya. Demikianpulatidakada sebutan sebagai berikut: droit de Vhome seorangpun diperkenankan untuk (Perancis) yang berarti hak manusia, hu-merampasnya, serta tidak ada kekuasaan man right (Inggris) atau mensen rechten apapun yang boleh membelenggunya." (Belanda), yang dalam bahasa Indonesia Karena HAM itu bersifat kodrati, disalin menjadi hak-hak kemanusiaan atau sebenamya ia tidak memerlukan legitimasi hak-hak asasi manusia.^yuridis untuk pemberlakuannya dalam Hak asasi manusia (HAM) pada suatu sistem hukum nasional maupun hakekatnya merupakan hak kodrati yang internasional. Sekalipun tidak ada secara inheren melekat dalam setiap diri perlindungan dan jaminan konstitusional manusia sejak lahir. Pengertian ini terhadap HAM, hak itu tetap eksis dalam mengandung arti bahwa HAM merupakan setiap diri manusia. Gagasan HAM yang kanmia Allah Yang Maha Pencipta kepada bersifat teistik ini diakui kebenarannya hamba-Nya. Mengingat HAM itu adalah sebagai nilai yang paling hakiki dalam karunia Allah, maka tidak ada badan kehidupan manusia. Namun karena 'Marsudi, Subandi Al., 2001, Pancasila dan UUD 45 dalam Paradigma Reformasi, Jakarta: FT RajaGrafindo Persada, him. 83. =Pengertian yang hampir sama juga dinyatakan dalam Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/ 1998 tentang Hak Asasi Manusia yang diuraikan dalam lampiran ketetapan ini berupa naskah Hak Asasi Manusia pada angka I huruf D butir 1 menyebutkan : "Hak asasi manusia adalah hak sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang melekat pada diri manusia, bersifat kodrati, universal dan abadi, berkaitan dengan harkat dan raartabat manusia". Selanjut
doi:10.20885/unisia.vol25.iss44.art7 fatcat:7uadmd7btffghhzj2soqojkaea