KARAKTERISTIK BIOFISIK RUANG TERBUKA HIJAU PADA HUTAN KOTA ALITTA, KOTA PAREPARE PROPINSI SULAWESI SELATAN

Parepare South, Sulawesi Mukrimin, Budirman Bachtiar, Muhammad Sukri, Kata Kunci, Ruang, Terbuka Hijau, Hutan Kota, Biofisik
2013 Jurnal Hutan Tropis   unpublished
There are many problems in cities such as land problem. This creates un-harmonizing relationship between human and nature, which the cities are just economically developed but the cities are ecologically undeveloped. The Green Open Spaces will be the greatest solution. This research aims to determine biophysical characteristic in Urban Forest of Alitta in Parepare such as soil properties , stands potential, slopes, and rainfall. This research is hoped to be advisement in developing and applying
more » ... management of urban forest in Parepare. The results of research showed that study site had clay and clay loam texture, soil pH is slightly acidic, organic matter is low, soil color is very dark grayish brown, stands potential is dominated by Tectona grandis), there are also Gmelina arborea, Pterocarpus indicus, Vitex cofassus, Mangifera indica, Swietenia macrophylla, Anacardium occidentale, Psidium guajava, Lannea grandis, Samania saman, Laucanea glauca, Morinda citrifolia, and Ceiba pentandra,. While the slope are hilly and rather steep slope with altitude is between 16-65 meters above sea level, and rainfall is about 1,095.9 mm /year. ABSTRAK. Kompleksnya permasalahan di perkotaan utamanya masalah lahan, menimbulkan ketidak-harmonisan hubungan manusia dengan alam, akibatnya perkotaan hanya maju secara ekonomi namun mundur secara ekologi. Kehadiran Ruang Terbuka Hijau akan menjadi solusi yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik biofisik hutan kota Alitta di kota Parepare berupa sifat-sifat tanah, potensi tegakan, kemiringan lereng, dan curah hujan, sehingga berguna sebagai bahan pertimbangan dalam memperbaiki dan menerapkan sistem pelaksanaan pengelolaan hutan kota Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penelitian memiliki kelas tekstur liat dan lempung berliat, pH tanah agak masam, bahan organik rendah, dan memiliki warna tanah coklat gelap keabu-abuan, dengan potensi tegakan yang didominasi oleh jenis Jati (Tectona grandis), terdapat pula Jati putih (Gmelina arborea), Angsana (Pterocarpus indicus), Bitti (Vitex cofassus), Mangga (Mangifera indica), Mahoni (Swietenia macrophylla), Jambu mete (Anacardium occidentale), Jambu batu (Psidium guajava), Kayu Jawa (Lannea grandis), Trembessi (Samania saman), Lamtoro (Laucanea glauca), Mengkudu (Morinda citrifolia) dan Kapuk (Ceiba pentandra). Sedangkan kemiringan lerengnya berbukit dan agak curam dengan ketinggian berkisar antara 16-65 mdpl, dimana curah hujan rata-rata 1.095,9 mm/tahun.
fatcat:4gmfejumajbslli7376dvdgpta