PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK LULLABY TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA BAYI PREMATUR

Apolonia Antonilda Ina
2018 Jurnal Riset Media Keperawatan  
Data WHO tahun 2015 menyebutkan bahwa setiap tahun, diperkirakan 15 juta bayilahir prematur, komplikasi kelahiran prematur adalah penyebab utama kematian anak-anakdibawah 5 tahun. Berdasarkan data profil kesehatan Jawa Tengah tahun 2015 persentase bayiprematur sebesar 5,1%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yaitu 3,9%. Bayi prematurberisiko mengalami masalah kesehatan pada awal kehidupannya. Bayi prematur memilikirisiko tinggi untuk gangguan perkembangan yang berhubungan dengan sindrom
more » ... spernapasan, paten duktus arteriosus, dan apnea prematuritas, sedangkan komplikasi jangkapanjangnya adalah displasia bronkopulmoner. Apabila masalah yang dialami bayi prematurtidak ditangani dengan baik maka akan berisiko kematian. Intervensi keperawatan bayiprematur untuk mencegah komplikasi dan merangsang pertumbuhan serta perkembanganbayi dilakukan dengan memberikan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementeryang dapat digunakan adalah terapi musik. Terapi musik aman digunakan, praktis dan tidakmenimbulkan efek samping dalam penggunaannya. Selain itu terapi musik juga dapatdiberikan oleh orang tua bayi prematur secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayiprematur. Desain penelitian ini Quasi Experiment dengan rancangan one group pretestpostestwithout control. Pengambilan sampel berjumlah 34 bayi prematur dengan teknikconsecutive sampling. Setiap bayi prematur mendengarkan musik selama 45 menit selamatiga hari berturut-turut. Saturasi oksigen bayi prematur diukur pada hari pertama hingga harikeempat. Terdapat peningkatan saturasi oksigen bayi prematur sebelum dan sesudahpemberian terapi musik lullaby dengan p value <0,001. Jadi dapat disimpulkan bahwaterdapat pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayipremature, sehingga terapi musik lullaby dapat diaplikasikan pelayanan kesehatan.
doi:10.51851/jrmk.v1i2.13 fatcat:3rkl73w2mvg33ddx767zbxqgm4