Peningkatan Academic Engagement Siswa melalui Penerapan Model Problem Based Learning di Madrasah Tsanawiyah

Alimul Muniroh, Nyoman, Sudana Degeng, Imanuel Hitipeuw, Nur Hidayah, Stai Sunan, Drajat-Paciran Lamongan
2016 Jurnal Pendidikan Humaniora   unpublished
This study was conducted to determine the improvement of students' academic engagement through the implementation of problem based-learning model in the madrasah. This study used single subject design with multiple baseline across subjects. The subjects served as intervention targets as well as the control participant. There are four students as participants. They were chosen based on both the result of subject identification through instruments of Academic Engagement Scale for Grade School
more » ... or Grade School Students (AES-GS) and the result of observation to students with the lowest grades. The results of the graph analysis showed the decreased behavior in baseline phase but increased in the intervention phase. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan academic engagement siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di madrasah. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen subjek tunggal dengan desain multiple baseline across subject. Subjek penelitian yang diintervensi sekaligus sebagai control participant. Jumlah subjek penelitian sebanyak empat siswa. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil identifikasi subjek melalui instrumen academic engagement scale for grade school students (AES-GS) dengan perolehan hasil nilai paling rendah dan hasil observasi terhadap siswa yang menunjukkan nilai stabil rendah. Hasil analisis grafik pada kondisi baseline menunjukkan perilaku academic engagement stabil rendah, namun pada kondisi intervensi perilaku academic engagement meningkat. Kata kunci: academic engagement, problem based learning, Madrasah Tsanawiyah Masih banyak dijumpai sekolah yang cenderung memanjakan siswa dan memberikan pelajaran di sekolah tidak menantang, hanya sekadar menghafalkan isi buku paket dan apa yang dijelaskan guru. Hal tersebut menyebabkan rasa ingin tahu dan daya juang siswa sangat rendah. Sementara jenis pembelajaran yang diterapkan menjadi penentu dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran yang diterapkan selama ini didasarkan pada perspektif yang menyandarkan pada prinsip-prinsip pengajaran yang masih berpusat pada guru. Guru menentukan semua hal yang dipelajari siswa, termasuk bagaimana mereka belajar sehingga guru lebih dominan daripada siswa. Keefektifan pengajaran ini dapat dilihat dari seberapa banyak informasi yang didistribusikan dari sumber luar kepada siswa, akibatnya siswa cenderung pasif dan tidak terlibat aktif dalam pembelajaran (Suprapto, 2012; Morse, 2007; Arends, 2007). Upaya yang dilakukan guru belum sampai pada evaluasi penggunaan model pembelajaran. Guru sering memaklumi bila siswa menyerah sebelum mencoba menjawab pertanyaan guru saat siswa menjawab "tidak bisa Pak". Sementara beberapa siswa menyatakan bahwa kehadirannya di kelas untuk menghindar dari amarah guru dan absen. Ada kecenderungan ketiadaan partisipasi penuh dari siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas dianggap siswa sebagai hal yang lumrah, karena mereka berpikir tidak bisa. Artinya kondisi demikian menunjukkan bahwa siswa belum sadar terhadap kehadirannya di kelas. Kehadiran siswa di kelas ini 36
fatcat:zme6pqdtbzgulljc2n3v4y3l5q