ANALISIS MIKROBIOLOGI JAJANAN MINUMAN DI SEKITAR SEKOLAH DASAR PADA WILAYAH JEMURWONOSARI, SURABAYA

Endah Prayekti
2017 Jurnal SainHealth   unpublished
Snack as food and beverages, present vastly in Surabaya. Start from street vendor to famous stores. The distribution of these snacks trader often found in schools, from primary to high school. Common problems from these food dan baverages sales is their hygine. With a low sales price, other raised problem are the using of raws material for snack production which lead to hazard microbial contamination. This reaserch aim is to monitors the quality of beverages on microbiology that been sold in
more » ... hat been sold in around primary school of Jemur Wonosari District, Surabaya. Two microbiology parameters that been analize were coliform bacterial and Escherichia coli number. Beverages sample that been used were 9 samples, then analize using most propable number using 15 tube series. The Results then analize descriptively. From 9 samples, all were exceed the standar quality according to Kepmenkes RI No.492/MENKES/PER/2010. PENDAHULUAN Jajanan baik berupa makanan maupun minuman, tersaji secara luas di Surabaya. Mulai tingkat pedagang kaki lima hingga di toko ternama. Sebaran pedagang jajanan ini kerap kali dijumpai di sekolah-sekolah, dari tingkat dasar hingga tinggi. Menjamurnya pedagang tak luput disebabkan banyaknya peminat. Beberapa hal yang mirip dijumpai di semua sekolah dasar adalah adanya pedagang kaki lima yang menjajakan makanan kecil dan minuman. Makanan dan minuman tersebut dijual dalam harga murah yang terjangkau oleh siswa dan siswi SD. Siswa SD yang terpapar oleh jajanan di sekolah dapat beresiko menderita diare bila jajanan tersebut tidak hiegienis. Ruchiyat (2007) menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi konsumsi makanan jajanan dengan kejadian diare pada siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN dalam studinya. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa siswa yang sering kali jajan diluar kantin sekolah lebih sering mengalami diare. Salah satu parameter dari hieginitas jajanan dapat dilihat dari parameter mikrobiologinya. Keberadaan bakteri koliform dan E.coli dalam makanan merupakan indikator untuk menentukan tingkat kualitas makanan dan minuman secara mikrobiologi menurut Kepmenkes RI No.492/MENKES/PER/2010. Mengingat harga yang murah, kekhawatiran yang timbul adalah adanya penggunaan bahan-bahan mentah yang berpotensi adanya masuknya kontaminan makanan ataupun minuman berupa mikroorganisme yang berbahaya bagi tubuh. Adanya mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan gangguan dalam pencernaan, mulai diare hingga yang paling parah adalah
fatcat:u37es7qb5vfvlgdine3po3wiym