PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KOMPETITIF KLASTER (PMK-K)

Veronica Unun Pratiwi, Purwani Indri Astuti, Sari Handayani, Nurnaningsih Nurnaningsih
2018 Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)  
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata di wilayah karesidenan Surakarta paVeroda umumnya dan Kampung Batik Laweyan pada khususnya. Lebih diutamakan untuk melayani kunjungan wisatawan yang berasal dari negara-negara yang masyarakatnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional karena wisatawan asing lebih konsumtif daripada wisatawan domestik. Berdasarkan penjelasan tersebut maka diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang handal dalam hal penguasaan bahasa
more » ... nggris. Sumber daya manusia yang dimaksud seperti pramuwisata atau yang lebih dikenal dengan sebutan guide dan tukang becak yang sering mangkal disekitar tempat wisata yang bersangkutan. Dalam hal ini wisatawan yang sangat menyukai wisata batik. Berdasarkan kenyataan diatas, para tukang becak yang mampu berbahasa Inggris baik dari segi kualitas maupun kuantitas sangat diperlukan, terutama di kota solo dimana becak masih mudah dijumpai. Fenomena ini menunjukkan bahwa para tukang becak yang mampu berbahasa Inggris sangat dibutuhkan di kota Solo. Sehubungan dengan permasalahan di atas team pengabdian melakukan pelatihan serta pendampingan bagi para tukang becak di Kawasan wisata kampung batik Laweyan. Faktor penghambat dari kegiatan ini relatif kecil, dari 25 tukang becak hanya 2 atau 3 orang tukang becak yang tidak berpendidikan yang kesulitan mempelajari bahasa Inggris karena mereka tidak bisa membaca. Hasil dari pretest menunjukkan pemahaman mereka akan ketrampilan berbahasa Inggris meningkat, terutama antusias pembelajaran mereka. Setelah diadakan postest dan evaluasi, dapat dilihat bahwa hasil pelatihan serta pendampingan bisa dikatakan berhasil meski mitra hanya mampu mempelajari ungkapan-ungkapan yang sederhana. Selain itu team pengabdian juga membuat modul semacam buku saku ketrampilan berbahasa Inggris serta buku saku tentang tempat wisata berbahasa Inggris di karesidenan Surakarta. Kata Kunci : Bahasa Inggris, wisata batik, tukang becak This service activity aims to support the tourism sector in the Surakarta residency area in general and Batik Laweyan Village in particular. It is preferred to serve tourists coming from countries whose people use English as a national language because foreign tourists are more consumptive than domestic tourists. Based on this explanation, it is necessary to have reliable human resources in terms of mastering English. Human resources are referred to as guides or better known as guides and pedicab drivers who often hang around the tourist attractions in question. In this case tourists are very fond of batik tourism. Based on the above facts, pedicab drivers who are able to speak English both in terms of quality and quantity are indispensable, especially in solo cities where pedicabs are still easy to find. This phenomenon shows that pedicab drivers who can speak English are needed in the city of Solo. In connection with the problems above the service team conducted training and assistance for pedicab drivers in the tourist area of the village of Laweyan batik. The inhibiting factor of this activity was relatively small, out of 25 pedicab drivers, only 2 or 3 pedicab drivers were uneducated who had difficulty learning English because they could not read. The results of the pretest showed their understanding of English language skills increased, especially the enthusiasm of their learning. After the posttest and evaluation, it can be seen that the results of training and mentoring can be said to be successful even though partners are only able to learn simple expressions. In addition, the dedication team also made a module such as a pocket book in English skills and a pocket book about English-speaking tourist spots in the Surakarta residency. Keywords: English, batik tourism, pedicab drivers
doi:10.31326/jmp-ikp.v1i02.69 fatcat:zsvig3manjdgfjhr2rp7pi4uyu