KEEFEKTIFAN EKSTRAK DAUN SIRIH DAN DAUN BABADOTAN MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH CABAI (Capsicum annum L.)

Indah Wati, Efri, Tri Maryono, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl, Brodjonegoro Soemantri, Bandar Lampung
2014 Jurnal Agrotek Tropika   unpublished
ABSTRAK Antraknosa pada cabai yang disebabkan oleh Colletotrichum spp. merupakan penyakit penting pada saat tanaman di lapangan maupun pascapanen. Daun sirih (Piper betle L.) dan babadotan (Ageratum conyzoides L.) berpotensi sebagai fungisida nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan tingkat fraksi ekstrak daun sirih dan daun babadotan hasil seleksi untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan delapan
more » ... ) dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, propineb, fraksi ekstrak daun sirih+n-Heksana 10%, 50% dan 90%, fraksi ekstrak daun babadotan+n-Heksana 10%, 50%, dan 90%. Data dianalisis dengan sidik ragam dan diuji dengan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan perlakuan fraksi ekstrak efektif menekan antraknosa. Fraksi ekstrak daun babadotan 50% dan 90% paling efektif dalam menekan penyakit antraknosa.
fatcat:4umselq7brbivfuisq5iklmofy