PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBASIS SAVI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK BAHASAN LAJU REAKSI

Ersanghono Kusuma, Nanik Wijayati, Setyo Langgeng, Wibowo
2008 Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia   unpublished
ABSTRAK Model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis SAVI merupakan suatu perpaduan metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk lebih aktif, kritis dalam menyelesaikan masalah. Pendekatan SAVI memberikan kolaborasi keintelektualan siswa yang didukung aspek auditori dan visual dalam pembelajaran serta melatih siswa untuk mampu menyelesaikan masalah yang ditemuinya. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri I Wirosari. Data diambil dengan menggunakan
more » ... engan menggunakan tes dan lembar observasi. Rerata hasil belajar Kimia siswa pada pokok bahasan Laju Reaksi sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis SAVI 58,49 (ketuntasan klasikal 55,81%). Nilai rata-rata siklus I, II dan III berturut-turut adalah 64,84 (ketuntasan klasikal 69,77%), 68,93 (ketuntasan klasikal 79,07%), dan 74,79 (ketuntasan klasikal 86,05%). Hasil belajar yang dicapai dari siklus ke siklus menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Kimia siswa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis SAVI. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis SAVI dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Laju Reaksi. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, NHT, SAVI PENDAHULUAN Kita cenderung melupakan bahwa hakikat pendidikan adalah belajarnya murid dan bukan mengajarnya guru (Ivor, 1987). Namun kita telah menciptakan suatu posisi yang istimewa untuk guru di dalam proses pendidikan, dan telah mengabaikan keinginan dan kemampuan murid-murid secara perseorangan untuk menciptakan, menemukan dan belajar untuk dirinya sendiri. Sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan, ilmu Kimia mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Namun sampai saat ini pembelajaran Kimia yang ada di sekolah, pada umumnya belum dapat menunjukkan hasil yang memuaskan. Berdasarkan observasi awal yang berupa wawancara dengan guru mata pelajaran Kimia SMA Negeri I Wirosari Kabupaten Grobogan, terungkap bahwa mata pelajaran Kimia kurang diminati oleh siswa. Pada kelas XI IPA 4 khususnya, kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi Kimia. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas tersebut adalah yang paling rendah jika dibandingkan dengan kelas XI IPA yang lain. Data terbaru yang diperoleh peneliti adalah nilai MID semester I dimana rata-rata kelas sebesar 58,55 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 56,82. Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar pada kelas XI IPA 4 adalah penyajian pelajaran Kimia yang terwujud dalam konsep abstrak dan kompleks, metode yang diterapkan juga cenderung bersifat monoton sehingga siswa merasa bosan terhadap pembelajaran. Agar dapat menarik perhatian siswa dan supaya siswa menyenangi pelajaran Kimia, maka diperlukan strategi pembelajaran oleh guru.
fatcat:b5slseuiufah3ibpp7kstcl4a4