DUDUK SAMA RENDAH, BERDIRI SAMA TINGGI

Nilai-Nilai Budaya, Nelayan Petambak, Di Sambas, Kalimantan Barat, Deliana Pridaningsih, Dinas Kelautan, Dan Perikanan, Kabupaten Sambas, Jl Sambas, Kalimantan Barat
unpublished
Until now, the traditional fishermen and fish farmers of Sambas still uphold traditional values as implemented as hereditary greet, such as drink coffee together and Saprahan meal which are small things for people of other communities. For these fishermen and fish farmers these daily activities mean a lot to tighten the brotherhood. In the midst of their life pressure, they kept alive these simple cultural values. Apa yang ada di pikiran orang apabila mendengar istilah-istilah "nelayan" dan
more » ... h "nelayan" dan "petambak"? Mungkin yang terlintas di pikiran sebagian orang adalah tentang kerasnya kehidupan mereka, bahwa mereka kurang memiliki tata krama dan sopan santun, bahwa mereka cenderung arogan. Tapi, apakah kita pernah mencoba untuk memahami dan menyelami kehidupan mereka? Mungkin jawabannya "tidak," karena sikap sebagian anggota masyarakat cenderung memandang orang-orang lain beserta mata pencaharian dan karakteristik yang mengikutinya menurut kacamatanya sendiri. Pada kesempatan ini, penulis mencoba menggambarkan tentang bagaimana kehidupan sosial-budaya nelayan dan petambak tradisional di Kabupaten Sambas yang umumnya adalah suku Melayu Sambas, khususnya di bagian daerah Sebangkau. Untuk mulai membahas judul dengan kalimat pendek namun bermakna cukup luas ini penulis memulai dengan pengertian tentang budaya atau kebudayaan, masyarakat, dan nelayan. Menurut penulis, budaya merupakan sesuatu yang telah dimiliki oleh setiap individu dan
fatcat:qho2npkksnh6vp7qz2do4aplsy