Karles dan Santoso 160-174 Jurnal MIX

Hendy Karles, Dana Santoso
2013 unpublished
This research was initiated by an government policy which since January 2011 at the Sibolga-Teluk Dalam route a subsidy budget are not given, as well as the quay demage of Teluk Dalam Port, so that there is no transportation ship at that route. At the urging of Nias Selatan government, finally PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) operating KMP. Raja Enggano without a subsidy budget and using pioneer tariff. In the main cost component in accordance with the rules prevailing in the government, then
more » ... it can be studied more in depth the current condition of pioneers tariff as proposed tariff adjustments to the government using dynamic simulation models. Development of a dynamic model simulations conducted through the stages of identifying basic operational costs, identify variables, simulation calculations, the validation results of the simulation calculations, scenario development and determination of policy alternatives. Results of dynamic simulation models using scenarios that have been developed show that the average basic tariff satuan unit produksi (SUP) in the current condition is smaller than the average basic tariff SUP break-even point. It is influenced by considerations of operating ratio and working ratio is currently quite high so it is needed the company's efforts to increase average basic tariff SUP in order to minimize losses. Abstrak: Penelitian ini diawali adanya kebijakan pemerintah yang sejak Januari 2011 di Sibolga-Teluk Dalam, dengan anggaran subsidi tidak diberikan, serta demage dermaga Pelabuhan Teluk Dalam, sehingga tidak ada kapal transportasi di rute itu. Atas desakan pemerintah Nias Selatan, akhirnya PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) operasi KMP. Raja Enggano tanpa anggaran subsidi dan menggunakan tarif perintis. Dalam komponen biaya utama sesuai dengan aturan yang berlaku di pemerintahan, maka dapat dipelajari lebih mendalam kondisi saat ini tarif pelopor sebagai penyesuaian tarif yang diusulkan kepada pemerintah menggunakan model simulasi dinamis. Pengembangan model simulasi dinamis dilakukan melalui tahapan identifikasi biaya operasional dasar, mengidentifikasi variabel, perhitungan simulasi, hasil validasi dari perhitungan simulasi, pengembangan skenario dan penentuan alternatif kebijakan. Hasil model simulasi dinamis menggunakan skenario yang telah menunjukkan dikembangkan bahwa rata-rata dasar satuan tarif satuan Produksi (SUP) dalam kondisi saat ini lebih kecil dari rata-rata tarif dasar SUP break-even point. Hal ini dipengaruhi oleh pertimbangan rasio operasi dan rasio kerja saat ini cukup tinggi sehingga diperlukan
fatcat:3womiemj6bdzrlkbvw5maikiwu