'ZERO WAITING TIME' DI DERMAGA JAMRUD UTARA DENGAN OPTIMASI ALGORITMA 'SEQUENTIAL SEARCHING'

Natalia Damastuti, Siti Aulia, Aisjah
2015 Jurnal NARODROID   unpublished
Sea transportation is one of the main transportation in Indonesia. The flow of the ships and goods is increasing from year to year. If those increase is not supported by proper infrastructure and facilities and also good services, those would cause traffic problems on the voyage that resulted in queue problems in the port. The uneffective and unefficient of arrival and service pattern for berthing vessels make the queue problems becomes more difficult to be solved.Ship berthing services system
more » ... ng services system on North Jamrud is still done manually by helding meeting every day to determine the berthing position. Designing a scheduling management system of ship berthing by simulating the ship schedule will help the service process for port management and agent.Sequential searching algorithm is used to search and collect the ship arrival data by minimizing the total service time of the ships.The simulation showed that the berthing process of ships can be done quickly by ensuring that the service time of the ships is in accordance with the standard operation procedure. The mean of waiting time for passanger ship is 41 hours, for cargo ship is 47 hours, and for the dry bulk type of ship is 70 hours with R ² = 0.9 PENDAHULUAN Transportasi laut menjadi transportasi utama dibidang perdagangan. Hampir 90 % kegiatan perdagangan luar negeri dilakukan lewat laut [1]. Angkutan barang yang dilakukan melalui laut menjadi sangat efisien karena daya angkut yang besar sehingga peran pelabuhan sebagai tempat dimana kapal dapat melakukan bongkar muat barang ataupun menaik-turunkan penumpang menjadi sangat penting dengan ditunjang sarana maupun prasarana yang memadai. Pelabuhan Tanjung Perak termasuk salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Menurut data yang didapat dari PT. Pelindo III, arus kunjungan kapal tahun 2011 mencapai 74.412 unit, pada tahun 2012 mencapai 85.727 unit [2]. Dengan semakin meningkatnya kunjungan kapal tentunya harus ditunjang dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Salah satu fasilitas yang sangat menunjang dalam sebuah pelabuhan adalah penyediaan dermaga, dimana dermaga harus dapat memuat arus kapal yang masuk sehingga tidak ada antrian panjang bagi kapal dalam melakukan bongkar muat barang ataupun menaik-turunkan penumpang. Antrian yang semakin panjang akan membawa dampak besar bagi perekonomian suatu wilayah karena tertahannya bahan-bahan pokok yang seharusnya di distribusikan di wilayah tersebut. Permasalahan yang timbul dalam sebuah pelabuhan merupakan masalah yang kompleks. Nishimura, Imae [3] memberikan suatu penelitian mengenai perencanaan lokasi dermaga dengan suatu algoritma genetika, dimana masalah kedatangan kapal peti kemas secara simultan. Didalam memasuki pelabuhan, ada beberapa aktivitas yang harus dilakukan oleh kapal yang datang. Kapal bergerak dari perairan menuju ke dermaga, dari dermaga ke dermaga yang lain, dari dermaga menuju perairan, dimana fasilitas yang digunakan akan diperlukan antara lain adalah gudang penyimpanan, alat angkut, dll. Pola
fatcat:irulxe3zsjglnaqlqhd4ub6ajq