KAJIAN EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK PADA SAMBUNGAN BALOK KOLOM BETON BERTULANG

Aidil Abrar, Rendy Thamrin, Dan Tanjung
VOLUME   unpublished
ABSTRAK Pada umumnya kegagalan struktur saat terjadi gempa banyak disebabkan pada sambungan balok-kolom. Sambungan balok-kolom merupakan bagian penting pada struktur bangunan gedung bertingkat. Pada proses perencanaaan struktur akibat beban, haruslah dijamin bahwa sambungan balok kolom tidak mengalami kerusakan akibat beban yang besar. Kerusakan sambungan balok kolom biasanya disebabkan oleh kurangnya kemampuan sambungan menahan gaya geser dan rendahnya daktalitas yang diakibatkan oleh
more » ... atkan oleh kurangnya jumlah tulangan geser yang dipasang serta kurangnya kemampuan menahan beban lentur dan aksial. Oleh karena itu untuk mengetahui perilaku balok pada sambungan balok-kolom dilakukan kajian eksperimental di Laboratorium Material dan Struktur Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang, dengan tiga benda uji balok kolom eksterior, balok ukuran 180 mm x 250 mm, dengan rasio tulangan tarik dan tekan masing masing ρ 1 = 0,0059, ρ 2 = 0,0087 , ρ 3 = 0,0147 tulangan ulir diameter 13 mm, dan kolom 180 mm x 300 mm dengan tulangan ulir 19 mm. Compressive strength (f'c) = 27 MPa, yield strength (fy) tulangan balok = 417,434 MPa, yield strength (fy) tulangan kolom = 462,960 MPa, serta yield strength (fy) tulangan sengkang = 368,507 MPa. Dari hasil penelitian ini dapat kesimpulan setelah regangan leleh ε y = fy/E pada leleh pertama terlampui, pembebanan (P) masih bisa bertambah sampai balok mengalami perpindahan (δ) semakin besar sampai balok runtuh. Perbedaan kelenturan dan perpindahan balok pada sambungan balok kolom dari masing-masing benda uji dipengaruhi dari variasi tulangan longitudinal balok.. Kata kunci : Sambungan balok kolom, rasio tulangan, lentur balok, daktalitas.
fatcat:ih5dc3f3lnfx7ktt5mvrequtz4