PERSEPSI TERHADAP FULL DAY SCHOOL DAN REGULASI DIRI PADA SISWA SMP ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG

Ratri Sumayyah, Desiningrum
2016 unpublished
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap full day school dengan regulasi diri pada siswa SMP Islam Hidayatullah Semarang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Persepsi terhadap Full Day School (22 item; α = .864) dan Skala Regulasi Diri (35 item; α = .912). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Hidayatullah Semarang dengan jumlah sebanyak 133 siswa. Sampel penelitian adalah 87 siswa yang diperoleh dengan
more » ... g diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Berdasarkan dari hasil analisis regresi sederhana didapatkan bahwa r xy = .578 dan dan p = .000 (p< .001) artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap full day school terhadap regulasi diri, yang menunjukkan bahwa semakin positif persepsi terhadap full day school maka semakin tinggi regulasi diri yang dimiliki oleh siswa. Sumbangan efektif persepsi terhadap full day school dengan regulasi diri pada siswa adalah sebesar 33.4% dan 66.6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: persepsi full day school; regulasi diri; siswa sekolah menengah pertama Abstract This study aimed for examine the correlation between full day school perception and self-regulation among students of SMP Islam Hidayatullah Semarang. The instrument in this study are full day school perception scale (22 items; α = .864) and self-regulation scale (35 items; α = .912). Population in this study is 133 eight grade students at SMP Islam Hidayatullah Semarang and the sample are 87 students which were collected by cluster random sampling. Based on simple regression analysis result shows that r xy = .578, and p = .000 (p< .001) there is positive significant correlation between full day school perception and self-regulation, which indicate that more positive full day school perception, higher self-regulation among students. Full day school perception to self-regulation among students is 33.4%, and 66.6% caused by other factor which didn't get examined in this study. PENDAHULUAN Masa remaja merupakan salah satu tahapan perkembangan pada manusia. Dalam masa peralihan anak-anak menjadi dewasa ini terjadi berbagai perubahan pada diri remaja antara lain perubahan dalam emosi, perubahan fisik, minat serta pola perilaku (Hurlock, 2003). Perubahan yang terjadi pada remaja ini mengakibatkan remaja dianggap sebagai periode 'badai dan tekanan'. Sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru. Dalam periode 'badai dan tekanan' ini memiliki elemen kunci bahwa remaja mengalami konflik dengan orang tua, gangguan suasana hati dan kecenderungan untuk melakukan tingkah laku yang berisiko (Suyasa dalam Gunarsa, 2009). Menurut Arnett (dalam Gunarsa, 2009), tingkah laku yang berisiko ini didefinisikan sebagai tingkah laku yang secara potensial dapat menyebabkan celaka atau kesulitan pada orang lain maupun diri sendiri, namun tidak semua remaja akan mencoba melakukan tingkah laku berisiko tersebut. Berdasarkan kecenderungan remaja dalam melakukan tingkah laku yang beresiko tersebut maka sangat penting bagi remaja untuk memiliki kemampuan mengendalikan diri, sehingga remaja diharapkan dapat mengantisipasi akibat-akibat negatif yang ditimbulkan pada
fatcat:tv255axp5vcilfbr6xhohjikd4