Epistemologi Barat EPISTEMOLOGI BARAT DAN ISLAM

Agus Toni, Sekolah Tinggi, Agama Islam, Nahdlatul Ulama, Stainu, Madiun
unpublished
Abstrak: Sebagai agama yang memiliki dimensi keilmuan yang universal, Islam harus dipahami dari segala aspek dengan tanpa meninggalkan esensi-esensi yang terkandung didalamnya. Kejumudan dalam berpikir akan berkonsekwensi terhadap pengkristalan hukum sehingga tidak mampu mengakomodir setiap peristiwa-peristiwa yang hadir kemudian. Dalam relevansinya dengan perkembangan zaman, Islam harus mampu mengikuti arah dan tujuan perkembangan tersebut. Keberadaan Islam sebagai agama yang rahmatan lil
more » ... in harus mampu diapliasikan dalam konteks yang lebih universal dan komperhensif. Pemahaman yang bernuansa indoktrinasi sedikit demi sedikit untuk ditinggalkan, sehingga pola pikir generasi muslim yang akan datang mampu membangun secara kreatif hukum yang relevan tanpa meninggalkan hukum yang sudah ada sebagai bahan komparatif dan dasarnya. Ilmu harus dipahami sebagai kebutuhan prioritas dalam kehidupan muslim di era modern ini. Baik al-Qur'an maupun hadits memberikan sebuah gambaran tentang pentingnya ilmu yang berimplikasi pada pengetahuan dalam kehidupan manusia baik dalam hubungannya dengan Allah, manusi maupun alam. Tanpa Ilmu manusia tidak akan memperoleh keutamaan hidup baik dimata Allah maupun dimata manuisia. Pemahaman secara esensial terhadap ajaran agama Islam khususnya yang mengatur terntang hukum menjadi suatu syarat tersendiri agar tercipta elastisitas dalam berpikir.Adanya perbedaan geografis dan 'adat menjadi inspiratif untuk munculnya ilmu baru khusunya dalam konteks hukum. Dengan demikian Islam dapat dipandang sebagai Agama yang konsisten dengan tujuan awalanya yaitu solih likuli zaman wa makan. Kata Kunci: Epistemologi, Barat, Islam. Pendahuluan Pengetahuan (knowledge atau ilmu) adalah bagian yang esensial-aksiden manusia, karena pengetahuan adalah buah dari "berpikir". Berpikir (natiqiyyah) adalah sebagai differentia (fashl) yang memisahkan manusia dari sesama genus-nya, yaitu hewan. Dan sebenarnya kehebatan manusia dan "barangkali" keunggulannya dari spesies-spesies lainnya karena pengetahuannya, karena manusia adalah hewan yang berpikir (hayawan an-nathiq). Kemajuan manusia dewasa ini tidak lain karena pengetahuan yang dimilikinya. Bahkan dalam al-Qur'an surat al-Mujadilah ayat 4
fatcat:zy563yhynvbgjpn5n6jkeokqeu