Solidarity: Journal of Education, Society and Culture INTERAKSI MASYARAKAT KOMUNITAS ISLAM BLANGKON DAN KOMUNITAS MUHAMMADIYAH DI DESA PEKUNCEN, KECAMATAN JATILAWANG, KABUPATEN BANYUMAS

Anindya Wahyu, Rini Iswari, Jayusman Jurusan, Sosiologi Antropologi, Ilmu Sosial, Universitas Semarang, Indonesia
2013 SOLIDARITY   unpublished
Abstrak ___________________________________________________________________ Masyarakat Islam Blangkon dan Muhammadiyah di Desa Pekuncen merupakan dua komunitas yang hidup dalam suatu wilayah yang sama. Persamaan agama Islam dan perbedaan dalam cara ritual antara komunitas Islam Blangkon dengan komunitas Muhammadiyah menimbulkan stereotip interaksi sosial di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian
more » ... adalah empat orang masyarakat Islam dan tiga masyarakat Muhammadiyah Blangkon. Lokasi penelitian di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi data dan member check. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi sosial yang terjadi antara masyarakat komunitas Islam Blangkon dengan masyarakat komunitas Muhammadiyah di Desa Pekuncen berjalan dengan harmonis yang ditunjukan dengan diadakan berbagai ritual keagamaan. Rasa hormat dan toleransi ditunjukan ketika Islam Blangkon sedang mengadakan ritual perlon dan menghargai Muhammadiyah sedang melaksanakan shalat menimbulkan sebuah kerukunan masyarakat Desa Pekuncen. Kendala dalam berinteraksi terwujud dalam sifat sentimen yang terdapat dibawah permukaan yang bersifat laten seperti gunjingan. Abstract ___________________________________________________________________ Blangkon and Muhammadiyah Islamic societies in the village Pekuncen are two communities living in the same area. Islam equations and differences in the way the ritual between the Muslim community raises Blangkon with Muhammadiyah community stereotypes of social interaction in the community. The research method used was a qualitative research method with phenomenological approach. Subjects in this study were four men and three Muslim community Blangkon Muhammadiyah society. Research sites in the Village Pekuncen , District Jatilawang , Banyumas regency. Data collection techniques used were observation , interview and documentation. The validity of the data used is an extension of the observations , increasing persistence , data triangulation and member checks. Techniques of data analysis including data collection , data reduction , data presentation , and verification. The results showed that the social interaction that occurs between the Islamic community Blangkon with the community in the village of Muhammadiyah Pekuncen shown walking in harmony with the various religious rituals were held. Respect and tolerance shown when Islam is being held ritual Blangkon perlon and appreciate Muhammadiyah are praying pose a harmonious society Pekuncen village. Constraints in interacting sentiment embodied in nature that are below the surface latent like gossip.
fatcat:fiydxfongffcvduy2zrquuf4x4