MEMAKNAI "SOLILOKUI PARA PENUNGGU HUTAN" MARHALIM ZAINI

Agus Sri Danardana
2017 Madah Jurnal Bahasa dan Sastra  
Sunday, February 1st 2015, Kompas published Marhalim Zaini's (MZ) poetry, titled "Solilokui Para Penunggu Hutan". This poetry is interesting because it is related to MZ's oration when he was inaugurated as Seniman Pilihan Sagang 2011. In his oration, titled "Akulah Melayu yang Berlari (Percakapan-percakapan yang Tak Selesai tentang Ideologi dan Identitas Kultural)", MZ showed the problem of his identity (as a Malay). The objectives of this article are to obtain the information about what/how
more » ... content of the text and to try getting to know how and why the poetry is presented. Due to the fact that the main problem is related to MZ's idea, thought, willingness, and/or critics of Lancang Kuning Land, the analysis of this article will apply structuralism theory with expressive and mimesis approach. The result shows that it is MZ's monologue with himself in order to express his feeling, hunch, inner conflict, and/or presented the information to readers about forest dwellers. It was not done by forest dwellers, but by MZ himself about the forest dwellers. It shows that if it is related to his anxiety so far (he was accused as a convert to Islam Malay), through his poetry "Solilokui Para Penunggu Hutan", MZ is carrying out/will carry out his self-defense.AbstrakMinggu, 1 Februari 2015, Kompas memuat puisi Marhalim Zaini (MZ), berjudul "Solilokui Para Penunggu Hutan". Puisi itu menarik karena diduga terkait dengan orasi MZ pada saat dikukuhkan sebagai Seniman Pilihan Sagang 2011. Dalam orasinya itu, berjudul "Akulah Melayu yang Berlari (Percakapan-percakapan yang Tak Selesai Tentang Ideologi dan Identitas Kultural)", MZ mengangkat masalah identitas diri (kemelayuan)-nya. Di samping bertujuan untuk mengetahui apa/bagaimana isi teks, tulisan ini juga dimaksudkan untuk mencoba mengetahui bagaimana dan mengapa teks "Solilokui Para Penunggu Hutan" itu dihadirkan. Mengingat masalah utamanya berkaitan dengan gagasan, pemikiran, keinginan, dan/atau kritikan MZ atas bumi Lancang Kuning, analisis dalam tulisan ini akan menggunakan teori strukturalisme dengan pendekatan ekspresif dan mimesis. Hasilnya menunjukkan bahwa "Solilokui Para Penunggu Hutan" merupakan wacana/dialog MZ dengan dirinya sendiri untuk mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin, dan/atau menyajikan informasi kepada pembaca tentang para penunggu hutan. Solilokui tidak dilakukan oleh para penunggu hutan, tetapi oleh MZ tentang para penunggu hutan. Hal itu menunjukkan bahwa, jika dikaitkan dengan kegelisahannya selama ini (dituduh sebagai Melayu mualaf), melalui puisi "Solilokui Para Penunggu Hutan" itu, MZ sedang/hendak melakukan pembelaan.
doi:10.31503/madah.v7i1.434 fatcat:h5zgfwks4re2jdgnpouxtyjxyu