FASILITAS INTERAKSI LANSIA DAN MILENIAL

Aiko Putri Marui, Rudy Surya
2020 Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)  
Third Place is an additional requirement needed by the people of South Meruya. Millennial and elderly population in South Meruya is the highest population there. Therefore this project is prioritized for them. And there are also problems with the relationship between the elderly and tenancy that are tenuous, due to differences in mindset and habits. Therefore the project which is located on Jalan Meruya Utara aims to provide various facilities that they can use together and can re-create a
more » ... an re-create a close relationship between them but this project also not only accepts millennials and the elderly but also all people from various social and age. In addition to being a gathering place, this project also provides various workshops or classes so that they can carry out activities together and communication can be formed because of the activity of chatting or exchanging ideas. It also provided a place for them to exercise for the benefit of elderly and millennial health. The method used in this paper is to study the Regions, Library. Based on the results of field surveys and literature, the similarities in the activities of the elderly and millennials are expected to be their joint activities. The results of the study were analyzed and synthesized in the form of designing an elderly and millennial interaction facility in South Meruya. Keywords: elderly; millennials; third place Abstrak Third Place merupakan sebuah kebutuhan tambahan yang dibutuhkan masyarakat Meruya Selatan. Penduduk milenial dan lansia di Meruya Selatan merupakan jumlah penduduk yang tertinggi disana. Maka dari itu proyek ini diutamakan untuk mereka. Dan juga terdapat permasalahan hubungan antara lansia dan milenial yang renggang, karena perbedaan pola pikir dan kebiasaan. Maka dari itu proyek yang berada di Jalan Meruya Utara ini bertujuan untuk menyediakan berbagai fasilitas yang dapat mereka gunakan bersama-sama dan dapat menciptakan kembali hubungan yang erat antara mereka selain itu juga proyek ini tidak hanya menerima kaum milenial dan lansia tapi juga semua orang dari berbagai golongan sosial dan umur. Selain menjadi tempat berkumpul juga proyek ini menyediakan berbagai workshop atau kelas-kelas agar mereka dapat melakukan aktivitas-aktivitas bersama-sama dan dapat terbentuk komunikasi karena terjadinya aktivitas mengobrol ataupun bertukar pikiran. Selain itu juga disediakan tempat untuk mereka dapat berolahraga untuk kepentingan Kesehatan lansia maupun milenial. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan melakukan studi Kawasan, Pustaka. Berdasarkan hasil survei lapangan dan literatur dihasilkan kesamaan-kesamaan aktivitas kaum lansia dan milenial yang diharapkan dapat menjadi aktivitas bersama mereka. Hasil kajian tersebut dianalisis dan disintesiskan dalam wujud perancangan fasilitas interaksi kaum lansia dan milenial di Meruya Selatan.
doi:10.24912/stupa.v2i2.8575 fatcat:vt4wombdgrd4dgo33qrhl4istu