Implementasi Penerapan Pembiayaan Ultra Mikro di BMT-UGT Sidogiri

Aminnullah Achmad Muttaqin, Arina Rusyda Hartono
2019 El-Barka: Journal of Islamic Economics and Business  
Abstract: A financial institution functions as an intermediary institution that connects surplus units with deficit units. But there are still many micro businesses that have difficulty getting capital assistance from financial institutions (banks). The micro businesses who have difficulty getting credit from the bank are looking for non-formal financial institutions that are easily accessible to apply for credit such as moneylenders. Behind the convenience provided by loan sharks, there are
more » ... harks, there are things that are felt to burden business people because they have to pay interest of 10% -30% every month and penalties if they experience delays. The Ministry of Finance has a program that can be used as a solution to provide easy and fast financing facilities for micro businesses, namely ultra-micro financing (UMI). BMT-UGT Sidogiri is a linkage institution under the auspices of PT. Bahana Artha Ventura, which channeled ultra-micro financing to UMI members. Therefore, this study aims to determine the application of ultra-micro financing in BMT-UGT Sidogiri in helping to capitalize micro businesses. This study uses descriptive analysis with interviews and literature studies as a method of data collection. The key informant in this study is the head of the BMT-UGT Sidogiri Central financing division. While supported by literature studies related to UMI financing obtained from the Ministry of Finance and the Ministry of Cooperatives and SMEs. الملخص: تهدف المؤسسة المالية إلى مؤسسة ذي قوّة في توازن بين زيادة ونقصان المدفوعات. لكن مع الأسف، وجدنا كثيرا من الشركات الصغيرة تواجه مشكلات استعار رأسمالي من المؤسسة المالية الرسمية. بحث كبراء الشركة الصغيرة عن المؤسسة المالية غير الرسمية التي تساعدهم للحصول على الإئتمائية مثل مُرَابٍ. كما المعلوم أن خلف مساعدة المراب زيادة الفلوس ما بين 10-30 % لكل شهر وغرامة إذا كان المستعيرون متأخرين في دفع الفلوس شهريا. خططت وزارة الشؤون المالية إندونيسيا برنامجا تمويلا سهلا على متعددة الشركات الصغيرة. وكان بيت المال والتمويل سيدوغيري التابع على الشركة الكبرى باهانا أرطا فينطورى التي تساعد التمويلات لجميع الشركات الصغيرة على أعضاء الشركة. ولذلك يهدف هذا البحث إلى معرفة تطبيق تمويل على متعددة الشركات الصغيرة. واستخدم هذا البحث طريقة البحث الوصفي الكيفي بطريقة المقابلة وتقنية الوثائق للحصول على البيانات الصحيحة. والمقابلة في هذا البحث على رئيس قسم التمويل ببيت المال والتمويل سيدوغيري وأعضاء الشركة. ولتأكيد الوثائق، قام البحث بأخذ الوثائق من وزارة الشؤون المالية ووزارة الشركة والمؤسسة المالية المصغرة في إندونيسيا. Abstrak: Lembaga keuangan berfungsi sebagai lembaga intermediasi yaitu menghubungkan antara surplus unit dengan deficit unit. Namun masih banyak usaha mikro yang kesulitan mendapatkan bantuan permodalan dari lembaga keuangan (perbankan). Para pelaku usaha mikro yang kesulitan mendapatkan kredit dari bank tersebut mencari lembaga keuangan non formal yang mudah diakses untuk mengajukan kredit seperti rentenir. Dibalik kemudahan yang diberikan rentenir, terdapat hal yang dirasa memberatkan para pelaku usaha karena harus menanggungg bunga sebesar 10%-30% setiap bulan dan denda jika mengalami keterlambatan. Kementrian Keuangan mempunyai program yang dapat dijadikan solusi untuk menyediakan fasilitas pembiayaan yang mudah dan cepat bagi usaha mikro yaitu pembiayaan ultra mikro (UMI). BMT-UGT Sidogiri merupakan lembaga linkage dibawah naungan PT. Bahana Artha Ventura yang menyalurkan pembiayaan ultra mikro kepada anggota UMI. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembiayaan ultra mikro di BMT-UGT Sidogiri dalam membantu permodalan usaha mikro. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan wawancara dan studi literature sebagai metode pengambilan data. Informan kunci pada penelitian ini yaitu ketua divisi pembiayaan BMT-UGT Sidogiri Pusat, kepala kantor layanan BMT-UGT Sidogiri, dan anggota UMi. Sedangkan didukung oleh studi literature terkait pembiayaan UMI yang diperoleh dari Kementrian Keuangan dan Kementrian Koperasi dan UMKM.
doi:10.21154/elbarka.v2i2.1760 fatcat:pnh7p2fv7veythfaawo5p332sa