Diskursus Hudûd dalam Studi Hukum Islam (Melacak Evolusi Rumusan Hudûd)

Junaidi Abdillah
2018 Al Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial  
Abstrak: Rumusan hudûd yang selama ini ada lebih identik dengan bentuk pidana dan hukuman. Rumusan dan konstruksi yang demikian diakui telah mendistorsikan konsep sebenarnya tentang konsepsi hudûd. Paper ini bertujuan mengupas serta mengelaborasi diskursus hudûd dalam studi hukum Islam. Disamping itu, tulisan ini juga melacak pergeseran-paradigma terkait konsepsi dan rumusan hudûd yang muncul sepanjang sejarah. Tulisan ini menggunakan pendekatan hermeneutika-tematis melalui studi dokumenter
more » ... tudi dokumenter bersifat historis elektif-eliminatif. Data akan dibandingkan, dianalisis serta disaring hingga tersisa satu teori yang paling relevan. Paper ini menyimpulkan bahwa diskursus hudûd dalam hukum Islam telah mengalami pergeseran paradigma (paradigm shift) dari waktu ke waktu. Dan, rumusan hudûd yang identik dengan bentuk-bentuk pidana (al-ꞌuqûbât al-muqaddarah) merupakan ijtihad para fuqahâ' atas tradisi kenabian (Sunnah). Sebagai hasil ijtihad, rumusan hudûd yang ada merupakan ruang ilmu yang terbuka dengan kritik. Abstract: The formulation of hudûd law has been more synonymous with criminal and punishment forms. Such formulations and construct are recognized to distort the true concept of hudûd. It also implicates on the theoretical debate in Islamic penal law. The main goal of this paper is to explore and elaborate the hudûd discourse in the study of Islamic law. This paper is a library research with a hermeneutical approach. The data collection technique used in this research is a documentary study (historical) which is elective-eliminative historic in nature. The analysis methods used in the research are the general methodical elements such as interpretation and deductive-inductive also personal reflection. This paper produces several conclusions: (1) Diskursus Hudûd dalam Studi Hukum Islam al-Ihkâ V o l . 1 3 N o . 2 D e s e m b e r 201 8 335 The discourse of hudûd penal in the Islamic criminal law studies has experienced a paradigm shift as a dynamic entity from time to time. And the stipulation of hudûd penal is an Islamic Juristic formulation (fuqahā') and (2) As a product of ijtihad, stipulation of hudûd or its existence is open with criticism using contemporary epistemology. Kata Kunci: Hudûd, Ijtihâd, Evolution, The Study of Islamic Law Pendahuluan Konsep hudûd dalam studi hukum Islam selama ini dinilai final dan dipandang qath'î al-dilâlah. 1 Padahal, secara faktual empiris, al-Qur'an sebagai sumber utama hukum Islam menggunakan terma hudûd secara fleksibel. Namun demikian, konstruksi itu telah dimapankan oleh para yuristik (fuqahâ') belakangan dengan memunculkan teori haqq Allāh dan haqq adamî. Kondisi ini memunculkan reduksi hakikat hudûd yang identik dengan bentuk punishment (pidana) yang bersifat final dan pasti. Terma hudûd 2 dalam al-Qur'an sejatinya digunakan dengan makna yang luas. Terma ini tidak hanya berkaitan dengan tindak pidana (kejahatan) beserta ancaman sanksinya ('uqûbât) saja, melainkan juga berkaitan dengan pelanggaran terhadap pelaksanaan
doi:10.19105/al-ihkam.v13i2.1881 fatcat:wzaymgelyfeyla6zl5s22uux3q