INOVASI TEKNOLOGI PANGAN (INTIP) PADA PETANI TRANSMIGRASI DALAM UPAYA MEWUJUDKAN RICE ESTATE DAN KEMANDIRIAN PANGAN DI DUSUN PERINDUNG DAN ANGSIANA, KABUPATEN KUBU RAYA

Edy Suryadi, Eko Sarwono, Jalan Ahmad, Yani No
2017 Universitas Muhammadiyah Pontianak   unpublished
Perindung and Angsiana village are majorly inhabited by transmigrants with livelihood as rice farmers. Yields of up to 10 tons each year. This is great potential to be developed towards real rice and food self-sufficiency. There are two issues on rice farming in both villages, which are the drying process depends on the sunlight and the use of threshing machines that need fuel. Community service was done in the form of training and making the simple drying machine utilizing biomass such as rice
more » ... iomass such as rice husk as a source of biomass. In addition to the manufacture of paddy drying machine, we also trained local farmer to create a simple threshing machine. The results of these activities were increasing knowledge of local farmer through training and socialization. They included the manufacture of a threshing machine, rice dryer machine, and cassava flour processing machine. We hope the local government will be the motivator and the facilitator for the community to increase community empowerment and increase the potential for rural areas and communities can develop and apply the knowledge they have been given during the community service. PENDAHULUAN Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator pencapaian pembangunan di suatu negara, dimana Indonesia pada tahun 2002 menduduki peringkat 111 dari 175 negara di dunia [1] dan merupakan kawasan yang terendah di antara negara-negara kawasan Asia Tenggara. Kalimantan Barat merupakan salah satu propinsi dengan IPM menduduki peringkat ke 30 diantara 33 propinsi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa daerah ini membutuhkan peningkatan di semua sektor, di antaranya adalah sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi.Secara geografis, Provinsi Kalimantan Barat yang terletak pada garis khatulistiwa berada pada posisi 2⁰30' LU-3⁰20' LS dan 107⁰40'-114⁰30' BT dengan luas mencapai 146.807 km 2 [1]. Salah satu daerah di Kalimantan Barat yang perlu perhatian khusus adalah Kabupaten Kubu Raya. Pembangunan di Kabupaten Kubu Raya perlu terus ditingkatkan karena kabupaten ini merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Pontianak sehingga banyak sektor yang masih perlu diperhatikan, diantaranya adalah pada sektor pertanian dan ekonomi. Di antara desa yang ada di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Desa Pal IX merupakan desa yang letaknya dipinggiran kabupaten dan merupakan daerah transmigran. Dusun transmigran di Desa Pal Sembilan yang tertinggal tersebut merupakan mitra dalam kegiatan IbM ini, yaitu Dusun Perindung dan Dusun Angsiana. Kedua Dusun ini adalah dusun yang mayoritas penduduknya masyarakat transmigran yang mayoritas mata pencahariannya sebagai petani. Produksi beras di Kabupaten Kubu Raya sendiri sampai saat ini mencapai 190.000 ton per tahun dengan luas area panen mencapai 50 ribu hektare. Harga beras di penggilingan berkisar antara Rp 6.800 hingga Rp 7.000 per kilogram. Hasil panen padi perdana di Kabupaten Kubu Raya dari 3.000 ha lahan di Dusun Parit Keladi II dan Desa Kalimas II menghasilkan 12 ribu ton beras. Sedangkan untuk produksi Padi di Dusun Perindung dan Angsana adalah tiap tahunnya mencapai 10 ton pertahun. Dari data diatas menunjukan angka yang sangat tinggi untuk memenuhi
fatcat:642omc5t75chbj4l4r5he7kryu