KURKUMIN DALAM RANSUM BABI SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIK SINTETIS UNTUK PERANGSANG PERTUMBUHAN

S Sinaga, D Sihombing, Kartiarso, Dan Bintang
2011 unpublished
ABSTRAK Dosis pemberian kurkumin yang setara dengan antibiotic Virginamisi sebagai perangsang pertumbuhan pada babi perlu dikaji. Metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan ransum, yaitu; R vm : 50 ppm Virginamici, R0: tanpa Virginamici dan Kurkumin, R 1 : 120 ppm Kurkumin, R 2 : 160 ppm Kurkumin dan R 3 : 200 ppm Kurkumin. Tiap perlakuan diulang lima kali, sehingga jumlah ternak yang digunakan adalah 25 ekor babi starter umur 2 bulan dengan bobot badan 18 kg dan
more » ... bot badan 18 kg dan koefisien variasi 6,33 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Kurkumin sebagai bahan aditif dalam ransum sebanyak 160 ppm berpengaruh nyata terhadap kecernaan energi, kecepatan laju makanan, pertambahan bobot badan, Konversi ransum dan waktu mencapai bobot potong. Penggunaan Kurkumin dalam ransum sampai dosis 160 ppm dapat digunakan sebagai perangsang pertumbuhan menggantikan antibiotik sintetis. Kata kunci: Curcumin, virginiamicin, babi, antibiotik CURCUMIN AS SUBSTITUTION OF SYNTHETIC ANTIBIOTICS IN PIG RATIONS FOR GROWTH PROMOTION ABSTRACT Dosage of curcumin application adequately similar to virginamisi as growth promoter for pig needs to be observed. Experiment method employed a Completely Randomized Design (CRD) at five ration treatments, i.e.; R vm : 50 ppm virginiamicin, R0: without virginiamicin and curcumin, R 1 : 120 ppm curcumin, R 2 : 160 ppm curcumin and R 3 : 200 ppm curcumin). At five replications, there were 25 starter period pigs of 2 months old at an average body weight of 18 kg and a variation coefficient of 6,33 percents. Results indicated that applying curcumin as feed additive in a pig ration of 160 ppm showed significant effect on digestible energy, rate of passage of feed, live weight gain, feed efficiency and time length to slaughter weight. Hence, application of curcumin up 160 ppm can replace virginiamicin as growth promoter. PENDAHULUAN Penggunaan senyawa antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan (growth promotor) dalam ransum ternak telah menjadi per-debatan sengit para ilmuan akibat efek buruk yang ditimbulkan bagi konsumen seperti residu dan resistensi. Rusiana (2004) menemukan 85% daging dan 37% hati dari 80 ekor ayam broiler di pasar Jabotabek tercemar residu antibiotik tylosin, penicilin, oxytetracycline dan kanamicin. Samadi (2004) melaporkan penggunaan antibiotik terus menerus pada unggas di North Carolina (Amerika Serikat) mengakibatkan bakteri Escherichia coli resisten terhadap Enrofloxacin, sehingga rekomendasi peng-gunaan antibiotik dalam pakan pada tahun 50-an sekitar 5-10 ppm sekarang telah me-ningkat sepuluh sampai 20 kali lipat. Hamscher dkk. (2003) menemukan de-bu yang berasal dari bedding, pakan dan fe-ses peternakan babi di Jerman, 90% dari sampel yang diambil mengandung 12,5 mg/kg residu antibiotik tylosin, tetracyc-line, sulfamethazine dan chloramphenicol. Kontaminasi udara ini akan mengganggu pernapasan hewan atau manusia yang hidup
fatcat:ownc4qfk2jdxzemwlegmwscb6m