METODOLOGI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENDIDIK ANAK

Hasbi Indra
2017 Fikrah : Journal of Islamic Education  
Abstrak Tulisan ini ingin menemukan bagaimana metodologi pendidikan Islam dalam proses pendidikan anak didik. Anak didik adalah bukan seonggok daging semata, tetapi lebih dari itu ia makhluk Tuhan yang paripura. Hanya saja ketika manusia lahir dan berkembang remaja atau bahkan dewasa baru ia mengenal untuk apa ia hidup. Ia hidup menyandang tugas ke khalifahan yaitu mengelola alam lalu ia mengadari bahwa Ia hidup oleh Sang Pencipta, karena itu harus beribadah kepada-Nya sebagai salah satu rasa
more » ... i salah satu rasa syukurnya. Hal-hal itu dapat diperoleh melalui bangku pendidikan.Pendidikan tentu saja melalui proses yang menggunakan metodologi. Metodologi pendidikan Islam tentu saja berbasis norma-norma islam yang memandang bahwa manusia itu diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya. Manusia dalam pandangan Tuhan sama yang membedakannya kerena ketaqwaannya apakah ia masih kecil berusia muda atau sudah dewasa. Di masa kecil ia belum baligh ia masih tidak berdosa, itulah taqwanya, masa remaja ia dapat meraih prediket taqwa melalui upaya yang dilakukannya demikian pula usia dewasanya lebih memiliki kesempapatan untuk meraih posisi taqwa tersebut. Intinya metodologi pendidikan Islam memandang anak didik, manusia yang mulia dan manusia yang memiliki sisi kemanusiaannya. Kata Kunci: metodologi pendidikan, pendidikan anak, pendidikan Islam Pendahuluan Pendidikan Islam saat ini hidup di tengah era globalisasi, berbagai fenomena global telah hadir di hadapannya.Institusi ini telah lama eksis di tanah air.Institusi in berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang bersumber Al-quran dan Al-hadits juga ijtihad ilmuan Muslim.Pendidikan Islam memiliki berbagai jenis ada yang disebut dengan pendidikan al-quran, pendidikan pesantren, pendidikan diniyah, pendidikan madrasah dan pendidikan tinggi Islam yang jumlah anak didik dalam kisaran 21 juta lebih. 1 Pendidikan al-quran, pendidikan pesantren, pendidikan diniyah hampir sepenuhnya diselenggarkan oleh masyarakat, sementara itu pendidikan madrasah dan pendidikan tinggi Islam diselenggarakan oleh pemerintah tetapi ada pula diselenggarakan oleh masyarakat.Pendidikan Islam telah menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional yang ikut mencerdaskan anak bangsa. 2 Pendidikan ini membentuk 1 anak didik yang cerdas, berilmu, berwawasan luas untuk ikut serta membangun bangsa meraih kemajuannya. Pendidikan Islam yang berdasarkan pada Al-quran dan Al-hadits, membentuk seorang manusia.Manusia diciptakan Allah dalam bentuk sebaik-baiknya.Ia diciptakan dari dua perpaduan yakni dari sesuatu yang hina tetapi ia diberikan ruh Allah di dalam dirinya. Manusia makhluk ciptaan Allah bukan makhluk yang ada karena tanpa sebab, ia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi serta mengelolanya, puncaknya ia diciptakan untuk mengabdi kepada Sang Khalik. Berbeda dengan pandangan sekularis manusia diciptakan karena proses alam dan hidupnya untuk dirinya sendiri, diri manusia memiliki sifat hedonistik itulah salah satu tujuan hidupnya. Manusia dalam pandanganIslam dalam bentuk ideal menuju insan kamil. Insan yang paripurna dalam proses kehidupannya, manusia yang paling tahu bersyukur kepada Tuhannya. Manusia yang dituju harus melalui proses pendidikan yang dilalui melalui tahapan atau proses, proses demi prosen dilaluinya. Proses inilah menentukan apakah ia menuju insan yang paripurna. Dalam Al-quran membentuk manusia seperti itu menggunakan kata murabbi, taklim dan ta'dib. 3 Intinya manusia harus melalui proses pendidikan yang memanusiakannya. Salah satunya melalui metodologi pendidikan sangat menentukan dalam proses pembentukan manusia. Metodologi pendidikan Islam memandang bahwa anak didik adalah manusia yang mulia yang diciptakan Tuhan untuk bersyukur kepada Sang Pencipta serta untuk mengelola alam yang dianugerahkan untuk kehidupannya. Pendidikan Islam Pendidikan membaca Al-quran biasanya pendidikan awal bagi setiap muslim. Pendidikan ini diselenggarakan di rumah ustadz atau di mushallah atau di masjid, materi pelajarannya membaca Al-quran, dan model pembelajarannya menggunakan talaqqi, santri mengaji Al-quran langsung menghadap sang ustadznya, metode yang digunakan metode Al-baghadi sumber belajarnya langsung ke mushaf Al-quran.Apabila dianggap sudah lancar anak didiknya sang ustadz memindahkan ngajinya ke ayat berikutnya, apabila belum lancar juga santri harus mengulang pada pertemuan berikutnya. Kalau 3 Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Konsep Pendidikan Dalam Islam, (Bandung: Mizan, 1994), hal. 35-60
doi:10.32507/fikrah.v1i2.2 fatcat:f2tj6ifetvavheoheciwgaed3i