Article Info Abstrak

L Ledheng, Dan Atini, Y Nabu, Bio -Edu, Analisis Struktur, Komposisi Vegetasi, Di Hutan, Jati Desa, Naikasa Kecamatan, Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Ludgardis Ledheng (+7 others)
2016 Jurnal Pendidikan Biologi International Standard of Serial Number   unpublished
Penelitian ini bertujuna mengetahui jenis-jenis vegetasi, struktur dan komposisi vegetasi dan implementasi hasil penelitian tentang analisis struktur dan komposisi vegetasi di hutan jati Desa Naikasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat atau transek dengan menentukan plot-plot pengamatan disepanjang garis transek. Pada setiap transek digunakan plot-plot pengamatan dengan ukuran 20m x 20m untuk vegetasi tingkat pohon, 10m x
more » ... gkat pohon, 10m x 10m untuk vegetasi tingkat tiang, 5m x 5m untuk vegetasi tingkat pancang dan 2m x 2m untuk vegetasi tingkat anakan. Teknik pengumpulan data yaitu mencatat semua jenis tumbuhan yang terdapat pada tiap plot, menghitung individu tiap jenis dan mengukur diameter batang. Untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi, struktur dan komposisi vegetasi, maka teknik analisis data dilakukan dengan cara menghitung kerapatan, frekuensi, dominansi, dan indeks nilai penting. Hasil penelitian dan analisa data ini menunjukan bahwa di hutan jati ditemukan 3 jenis tumbuhan dengan jumlah yang berbeda pada semua tegakan. Pada vegetasi tingkat pohon ditemukan 147 individu, vegetasi tingkat tiang sebanyak 46 individu, vegetasi tingkat pancang sebanyak 27 individu, dan vegetasi tingkat anakan sebanyak 16 individu. Komposisi jenis untuk vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 237,55%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 12,27%. Vegetasi tingkat tiang didominasi oleh jenis Tectona grandis,L dengan jumlah INP sebesar 215,13%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 7,23%. Vegetasi tingkat pancang didominasi oleh jenis Tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 179,20%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 34,76%. Dan untuk vegetasi tingkat anakan didominasi oleh jenis tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 124,04%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 13,94%. ©2016 dipublikasikan oleh Bio-Edu. 1. Pendahuluan Hutan merupakan masyarakat tetumbuhan yang dikuasai atau didominasi oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan di luar hutan. Hutan adalah bagian dari sumber daya alam yang memiliki arti dan peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan sosial, pembangunan, dan lingkungan hidup. Hutan memiliki berbagai manfaat yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Hutan juga merupakan paru-paru dunia, karena hutan dapat menyimpan oksigen dalam jumlah yang banyak. Oksigen sangat dibutuhkan manusia dan hewan untuk pernapasan. Keberadaan hutan sangat berperan penting bagi kehidupan makluk hidup untuk memenuhi kebutuhan, karena hutan memiliki kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar demi kelangsungan hidup hayati berupa air, udara, pangan, dan papan serta kebutuhan lainnya. Penebangan liar dan konversi lahan yang terjadi pada hutan jati di Desa Naikasa akan menyebabkan perubahan struktur dan komposisi vegetasinya, hal ini akan menyebabkan terganggunya fungsi ekosistem hutan tersebut. Hutan Naikasa merupakan salah satu hutan yang terletak di Desa Naikasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, yang memiliki luas wilayah 2 ha. Didalam hutan tersebut mengalami banyak kerusakan yang disebabkan oleh manusia antara lain : sering terjadinya penebangan liar, dan kebakaran hutan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi, struktur dan komposisi vegetasi dan implementasi hasil penelitian tentang analisis struktur dan komposisi vegetasi di hutan jati. 2. Metode 2.
fatcat:uy65kjmqwjcepgqrmgaanwy47q