PASIR PANTAI SELATAN JAWA TIMUR DALAM MORTAR

Pasir Pantai, Selatan Jawa, Timur Dalam, Mortar -M Siswoyo, M Siswoyo
unpublished
There were houses near to the beach, they were built with fine agregat around the beach beside other materials. This paper discusses about compressing strength mortar containing coastal sand and river sand, with pozzolan portland cement (PPC) and portland cement (PC). The sand took at the beach of at Pacitan, Tulungagung, Malang, Jember, and Banyuwangi. Sand observation was taken place at laboratory of UMM. The specimens were cubical of 5 x 5 x 5 cm 3. Mix design of mortar were 1Portland Cement
more » ... re 1Portland Cement : 3 Fine Aggregate (sand of the beach-SB of 0, 20, 40, 60, 80, 100% combined by river sand-RS of 100, 80, 60, 40, 20, 0%), there were two kind of cement Portland and Pozzolan Portland on that mixture, and the cement water ratio was 0,465. The result showed that finess modulus of beach sand were 2.34-3.52. The specific gravity of fine aggregates of Puger beach was the greates of 2,873 gram/cm 3 and the lowest was Sukamade beach sand of 2,314 gram/cm 3 , and Brantas river sand was 2,57 gram/cm 3. The clay lump of sand took at Puger beach, Sukamade, Brantas river was 0.74, 0.76, and 0.68. The compressive strength on 14 days test of control mortar of 1 PC : 3 river sand was 1.7% lower than mortar containing 20% of beach sand and 80% of river sand. The compressive strength of mortar 40% beach sand : 60% river sand and mortar with pure beach sand were 91% and 17% of the controll. On 28 days test showed that compressive strength of mortar of 1 PC : 3 of pure beach fine aggregates; 1PC:40% of beach sand and 60% river sand; 1PC:20% of beach sand and 80% river sand, were 16%, 75%, and 82% of compressive strength of normal mortar. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pemanfaatan pasir pantai sebagai alternatif bahan pengisi mortar. Penilaiannya dilakukan dengan membandingkan nilai kuat tekan mortar. Pengamatan di lapangan telah menunjukkan bahwa masyarakat pesisir pantai telah menggunakan pasir pantai dalam mortar untuk membangun rumah atau bangunan lainnya. Pasir pantai diambil di : Pacitan, Tulungagung, Malang, Jember, dan Banyuwangi. Pemeriksaan karakteristik pasir dilakukan tanpa mencuci pasir. Perbandingan berat campuran mortar 1 semen : 3 pasir, dengan faktor air semen 0,46. Jenis semen PC dan PPC, selanjutnya persentase pasir pantai menggantikan pasir sungai Brantas meningkat yaitu 100% pasir pantai (pp) : 0% pasir sungai (ps), 2) 80% pp : 20% ps, 3) 60% pp : 40% ps, 4) 50% pp : 50% ps, 5) 40% pp : 60% ps, 6) 20% pp : 80% ps, dan 7) 0% pp : 100% ps; Faktor air semen 0,465. Spesimen berukuran 5x5x5 cm 3. Pengujian tekan mortar dilakukan pada umur spesimen 14 hari dan 28 hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa butiran pp termasuk daerah 4, butiran ps Brantas di Tulungagung daerah 1. Berat jenis ps 2,57 gr/cm 3 , berat jenis pp Puger terbesar 2,873 gram/cm 3 dan terendah pp Sukamade yaitu 2,314 gram/cm 3. Kuat tekan umur 14 hari kubus mortar ps lebih rendah 1,7% daripada mortar 20% pp : 80% ps, lalu kuat tekan rata-rata kubus mortar 40% pp : 60% ps sebesar 91% dari kuat tekan mortar ps. Pada umur 28 hari, kuat tekan mortar ps memiliki kekuatan tertinggi, selanjutnya menurun pada mortar 20% pp : 80% ps menjadi 82%, dan, menjadi 75% pada mortar 40% pp : 60% ps Nilai kuat tekan terkecil adalah mortar pp sebesar 16% dari kuat tekan mortar pasir sungai. Kata Kunci: pasir pantai , kuat tekan, mortar, pasir sungai PENDAHULUAN Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang penggunaan pasir pantai selatan Jawa Timur sebagai bahan pengganti (replacement) pasir sungai dalam spesi. Penulisan karya ini belum mengungkap secara lengkap kerugian dan keuntungan pemakaian pasir pantai, tetapi sebagai langkah awal untuk memanfaatkan sumber daya pantai. Pemanfaatan melalui bidang teknik sipil untuk kesejahteraan masyarakat sangat diharapkan (Suhendro B., 2003), demikian juga pasir pantai.
fatcat:4ykzuqujbbcajoyspqfqhqhxoq