Allocation Of Working Time Of Rice Farmer's Household Gender Perspective in Tanah Miring District Kabupaten Merauke

Suroto Suroto
2019 Media Ekonomi dan Manajemen  
This research aims to analyze work time allocation and the factors that influence the allocation of working time on the farming of rice made by man (husband) and women (wife) and the role of gender occurring within the household. The analytical approach used the average tabulation, multiple linear regression, and Harvard Model gender analysis. This research used cross section data with a sample of 100 husbands and 100 wives of households of rice farmers. The results showed that the amount of
more » ... at the amount of working time allocation for husband is greater than the allocation of wife working time. Work time allocation the husband influenced by land area and the amount of production.Wife's work time allocation are affected by land area, education level, and the family members number. Gender analysis results show the husband more productive activities and on the role of the wife on reproductive activities. Access and control in the household more done by husbands.The factors that provide a positive impact, namely the region demographic structure, institution/economic factors, the training performed by government institutions, and the attitude of the society that received intervention from outside.The factors which provide negative effects namely the norms of the community, and the local customary law. Keywords: Allocation of working time, household of the farmer, gender analysis of Harvard Model Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: alokasi waktu kerja, faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi waktu kerja laki-laki (suami) dan perempuan (istri) pada pertanian padi, dan peran gender yang terjadi dalam rumah tangga. Pendekatan analisis menggunakan model analisis tabulasi rata-rata, analisis regresi linier berganda, dan analisis gender model Harvard. Penelitian ini menggunakan data cross section dengan sampel sebanyak 100 lakilaki (suami) dan 100 perempuan (istri) rumah tangga petani padi. Hasil penelitian menunjukkan pada pertanian padi jumlah alokasi waktu kerja laki-laki (suami) lebih besar dari jumlah alokasi waktu kerja perempuan (istri). Alokasi waktu kerja laki-laki (suami) pada pertanian padi dipengaruhi oleh luas tanah dan jumlah produksi. Alokasi waktu kerja perempuan (istri) pada pertanian padi dipengaruhi oleh luas lahan, tingkat pendidikan, dan jumlah anggota keluarga. Hasil analisis gender menunjukkan laki-laki (suami) lebih banyak melakukan peran produktif dan perempuan (istri) lebih banyak melakukan peran reproduktif. Akses dan kontrol dalam rumah tangga lebih banyak dilakukan oleh laki-laki (suami). Faktor-faktor yang memberikan dampak positif, yaitu struktur demografi, faktor lembaga ekonomi, pelatihan dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah, dan sikap masyarakat yang menerima intervensi dari luar. Faktor-faktor yang memberikan dampak negatif yaitu normanorma masyarakat, dan hukum adat setempat. Kata kunci : alokasi waktu kerja, rumah tangga petani, analisis gender Model Harvard
doi:10.24856/mem.v34i2.982 fatcat:3xjqlsk4bfc4pcj5pt26kx7n4y