Konservasi Anggrek Spesies Alam Menggunakan Eksplan Biji pada Media Vacin & Went (Conservation of Orchid Natural Species Using Seed Explants on Vacin & Went Medium)

Suskandari Kartikaningrum, Dewi Pramanik, Minangsari Dewanti, Rudy Soehendi, Dan Prama, Yufdy Penelitian, Tanaman Hias, Jl Ciherang, Pacet Cianjur, Jawa Barat, Indonesia
unpublished
 Orchid conservation is an important step to hinder a species because their natural habitus is almost threathened. The aims of this study were to determine the ability of orchid species to develop protocorm on Vacin and Went (VW) medium and to determine orchids species that have successfully been conserved through seeds. Forty six natural species of orchids from 18 genera were used in this study. Pollination of the orchids was carried out by selfing or sibling. The fruits were harvested when
more » ... re harvested when they changed the color into yellow-green and/or the texture turning soft, then the fruits were sterilized and cultured on VW medium. Observed variables were harvested time, protocorm development, the percentage of protocorm formation, and acclimatization time. The results showed that ripe fruits were obtained after 34 to 280 days after pollination. Seeds of 41 orchid species were able to develop to be protocorm on VW medium on 10 to 169 days after culture. A total of 19 orchid species were capable of forming >70% protocorm and all the protocorms developed into plantlet. Moreover, those 19 species succeeded to be acclimatized from 272 to 552 days after development of the protocorm. Sixteen species were not ready to acclimatize, and six species did not germinate. Arundina graminifolia was the fastest orchid to form protocorm, while Grammatophylum sp. took the longest time to form protocorm. Ascocentrum aurantiacum, Aerides odorata, Phalaenopsis luddemanniana, Phalaenopsis violacea and Cymbidium finlaysonianum were orchids that can not form protocorm. This study indicated that conservation of the orchid natural species could be done through seeds germinated on VW medium. ABSTRAK Konservasi anggrek spesies alam merupakan langkah penting untuk menghindari kepunahan akibat rusaknya habitat alamnya. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan tumbuh biji anggrek spesies alam pada media Vacin dan Went (VW) dan me-nentukan jenis anggrek spesies yang telah berhasil dikonservasi melalui biji. Anggrek spesies alam yang digunakan sebanyak 46 spesies yang berasal dari 18 genus anggrek, yakni Phalaenopsis, Dendrobium, Vanda, Ascocentrum, Paphiopedilum, Rhyncostilis, Neofinetia, Epidendrum, Arachnis, Dimorphosis, Phaius, Spathogottis, Trichoglottis, Arundina, Cymbidium, Renanthera, Armodorum, dan Gramathophylum. Polinasi bunga anggrek dilakukan dengan metode selfing maupun sibling. Buah dipanen saat warna buah berubah menjadi kuning kehijauan dan/atau tekstur buah menjadi lebih lunak. Selanjutnya, sebelum kultur biji, buah disterilkan dan biji disebar pada media VW. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa buah anggrek hasil polinasi mengalami kemasakan antara 34-280 hari setelah polinasi. Biji hasil selfing dari 41 anggrek spesies (dari 46) dapat berkecambah pada media VW dengan umur berkecambah berkisar antara 10-69 hari setelah sebar. Sebanyak 19 anggrek spesies alam mampu membentuk protokorm di atas 70% dan semua protokorm mampu membentuk planlet. Selanjutnya, 19 spesies dapat diaklimatisasi dengan kisaran waktu antara 272-552 hari setelah terbentuk protokorm, Sebanyak 16 spesies belum dapat diaklimatisasi karena planlet yang masih kecil, sedang 6 spesies tidak tumbuh. Arundina graminifolia merupakan anggrek yang paling cepat membentuk proto-korm dan Grammatophylum sp. merupakan anggrek yang paling lama membentuk protokorm. Biji Ascocentrum aurantiacum, Aerides odorata, Phalaenopsis luddemanniana, P. violacea, dan Cymbidium finlaysonianum tidak mampu membentuk protokorm. Dari penelitian ini diketahui bahwa media VW dapat digunakan untuk konservasi anggrek spesies alam melalui perbanyakan dengan menggunakan biji. Kata kunci: anggrek, spesies alam, konservasi, perkecambahan biji. Hak Cipta © 2017, BB Biogen Bul. Plasma Nutfah 23(2):109-118
fatcat:bx2pkvh4vjcr7perznowonyvke