ASURANSI SOSIAL SYARIAH BAGI MUSLIM INDONESIA Fatkhul Muin & Rully Syahrul Mucharom

Fakultas Hukum, Universitas Sultan, Ageng Serang-Banten, Jalan Raya, Jakarta Km, Pakupatan Serang
Fatkhul Muin & Rully Syahrul Mucharom: Asuransi Sosial Syariah   unpublished
Syariah Social Insurance for Muslims Indonesia. The basic concept of the insurance is because people need protection against any incident that occurs in the community such as illness and natural disasters. The article 14 In Law No. 2 of 1992 on Insurance, that social insurance is a type of insurance to the implemented by the government for public welfare. The current population is Moslem Indonesia reached 80%, therefore, the Indonesian Muslim community needs the systema syariah social
more » ... The system of syariah social insurance where there are 2 (two) products, where there are participants and savings accounts tabarru' and as managers by the BUMN (state corporation) in law No. 2 of 1992 on Insurance. Abstrak: Asuransi Sosial Syariah bagi Muslim Indonesia. Konsep dasar terhadap asuransi adalah karena masyarakat membutuhkan perlindungan terhadap setiap kejadian yang terjadi dalam masyarakat seperti sakit dan bencana alam. Pasal 14 UU No. 2 tahun 1992 tentang Perasuransian menyebutkan bahwa asuransi sosial merupakan jenis asuransi yang dijalankan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Saat ini penduduk Indonesia yang beragama islam mencapai 80%, oleh karena itu, masyarakat Muslim Indonesia membutuhkan sistem asuransi sosial syariah. Sistem oprasional asuransi sosial syariah pada hakikatnya sama sengan sistem yang digunakan olah asuransi syariah, dimana ada 2 (dua) produk, yaitu tabungan peserta dan rekening tabarru'. Sebagai pengelolanya adalah BUMN sesuai dengan ketentuan UU No. 2 Tahun 1992 Tentang Perasuransian. Kata Kunci : asuransi sosial, muslim, masyarakat, pemerintah Pendahuluan Asuransi sebagai usaha yang melibatkan dua pihak dimana para pihak hakikatnya adalah untuk memberikan jaminan kepada pihak lain sebagai akibat adanya kerugian yang mungkin terjadi oleh satu pihak sebagi akibat dari adanya pristiwa. Pihak yang ditanggung harus membayar premi kepada pihak yang tertanggung berdasarkan per-janjian yang dibuat oleh pihak yang penanggung. 1 Eksistensi asuransi dengan memberikan perlindungan kepada pihak tertanggung dalam jangka waktu tertentu oleh pennanggung sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh para pihak. Dalam perkembangan perusahaan Merujuk pada pasal 246 KUHD yang dikutip oleh Djoko Prakoso bahwa dalam asuransi itu dapat disimpulkan ada usur antara lain: (1) Pihak tertanggung, dalam bahasa Belanda disebut dengan "verzekering" yang mempunyai kewajiban membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau berangsung-angsur. (2) Pihak penanggung mempunyai kewajiban untuk membayar sejumlah uang kepada pihak tertanggung, sekaligus atau berangsung-angsur apabila maksud unsur ketiga berhasil. (3) Suatu kejadian yang semula belum jelas akan terjadi. per asuransian kemudian lahir asuransi sosial yang di-selenggarakan oleh negara. Asuransi sosial merupakan model pemberian kesejahteraan bagi masyarakat dalam bentuk memberikan perlindungan yang berbasis kepada perlindungan yang didasarkan kepada iuran yang di-laksanakan secara kolektif untuk membantu masyarakat secara keseluruhan. Asuransi secara etimologi merupakan pertanggungan yaitu perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yg lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi se suatu yg menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yg dibuat. 2 Perjanjian asurnasi pada dasarnya mempunyai tujuan untuk mengganti kerugian pada pertanggungan, jadi tertanggung harus dapat menunjukan bahwa dia menderita kerugian dan benar-benar menderita kerugian. 3
fatcat:cq4bw5satna6hjhb4xg7yicade