FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SLACK ANGGARAN PADA PT. BRI DI KOTA JAMBI

Alfebriano Jurusan, Akuntansi Fakultas, Ekonomi Universitas, Jambi
2013 Jurnal BINAR AKUNTANSI   unpublished
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi penganggaran, informasi asimetri, penekanan anggaran, komitmen organisasi dan ketidakpastian lingkungan terhadap slack anggaran di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Kota Jambi. Populasi penelitian ini adalah pihak yang berkerja pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Kota Jambi. Analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan metode regresi
more » ... metode regresi berganda. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada 48 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi penganggaran, informasi asimetri, penekanan anggaran, komitmen organisasi dan ketidakpastian lingkungan mempengaruhi slack anggaran secara simultan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa secara parsial informasi asimetri mempengaruhi slack anggaran, sedangkan partisipasi penganggaran, penekanan anggaran, komitmen organisasi dan ketidakpastian lingkungan tidak mempengaruhi slack anggaran. Kata kunci; informasi asimetri, ketidakpastian lingkungan, komitmen organisasi, partisipasi penganggaran, penekanan anggaran, slack anggaran. PENDAHULUAN Anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif untuk jangka waktu tertentu dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang, tetapi dapat juga dinyatakan dalam satuan barang/jasa, anggaran juga merupakan alat manajemen dalam mencapai tujuan (Nafarin, 2009:11). Aspek sumber daya manusia sebagai penyusun dan pelaksana anggaran haruslah dipertimbangkan karena anggaran akan dipengaruhi oleh perilaku manusia terutama bagi pihak yang terlibat langsung dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran, apabila dalam penyusunan anggaran tidak memperhatikan salah satu pihak, atau komunikasi antara bawahan dan atasan kurang berjalan dengan baik, maka kemungkinan bisa mengakibatkan sistem anggaran gagal dikarenakan adanya pihak yang kurang puas dengan anggaran yang telah disusun. Sebagai contoh, pihak bawahan yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan anggaran akan cenderung membuat anggaran yang menguntungkan bagi mereka, yaitu dengan membuat anggaran yang mudah dicapai, sehingga dalam praktiknya, anggaran tersebut dapat dicapai oleh bawahan. Hal ini yang biasanya disebut dengan budget slack/slack anggaran.
fatcat:i7ysxbwlfbetffpqcuh3xuqroy