MEMBACA FENOMENA ZIARAH WALI DI INDONESIA: MEMAHAMI TRADISI TABARRUK DAN TAWASSUL

Asmaran Asmaran
2018 Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman  
Pilgrimage, tabarruk (seeking blessings) and tawassul (mediation) are three interrelated activities. A person who does such journey usually aims for the blessing of the Islamic scholars or the saints whose grave to be visited. This article analysed the phenomenon of Pilgrimage in Indonesia, especially in South Kalimantan. Applying theological-normative approach, this study is expected to help the reader understand which activities of tawassul are allowed and which are not. Pilgrimage was once
more » ... lgrimage was once prohibited by Prophet Muhammad SAW, but, then allowed due to the reason that Moslems have possessed stronger faith. Tabarruk and tawassul are somewhat prohibited. Based on the existed arguments, Tabarruk and tawassul is allowed in the sense that seeking blessings and meditating is on the virtues of the saints who have the privilege (karamah) from Allah SWT and believe that the will and consent is only from Allah SWT.Ziarah kubur, tabarruk (mencari berkah) dan tawassul (bermediasi) adalah tiga kegiatan yang saling berhubungan. Ketika seseorang berziarah kadang-kadang tujuannya adalah mencari berkah (tabarruk) sekaligus bermediasi (tawassul) dengan perantaraan berkah ulama atau wali yang berkubur di makam yang diziarahi. Tulisan ini bermaksud menganalisis fenomena ziarah wali yang marak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Dengan pendekatan teologis-normatif, kajian ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami mana aktivitas tawassul yang boleh dilakukan dan mana yang terlarang dengan alasan yang lebih kuat, berdasar dalil yang saheh atau mu'tabar. Ziarah awalnya pernah dilarang Nabi saw, kemudian dibolehkan karena orang Islam sudah kuat imannya. Tabarruk dan tawassul memang ada yang dilarang. Berdasarkan dalil-dalil yang ada, mencari berkah dan bermediasi pada prinsipnya dibolehkan asal jangan sampai mensyarikatkan Allah Swt, dalam arti ketika mencari berkah dan bermediasi kepada orang-orang saleh yang mendapat keistimewaan (karamah) dari Allah Swt bukan mereka itu yang mampu memberi mannfaat atau sebaliknya tetapi semuanya atas kekendak dan izin Allah Swt semata.
doi:10.18592/al-banjari.v17i2.2128 fatcat:6hr2cguf3vdaxhkp3rempnjfma