DETEKSI TEPI TINGKAT TRANSPARAN BATU PERMATA DENGAN METODE SOBEL

Cahyo Mauludin
2017 Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster)   unpublished
PENDAHULUAN Batu permata sudah dikenal sejak zaman dulu sebagai perhiasan. Negara-negara di belahan timur merupakan negara pertama yang menggunakan batu permata. Sesuai dengan pekembangan zaman batu permata masih digunakan sebagai perhiasan. Harga batu permata dapat ditaksir melalui faktor penentu nilai harga dari batu permata. Faktor-faktor penentu nilai harga batu permata berupa warna, potongan, karat, sertifikat, negara asal, kejernihan dan tingkat transparan. Tingkat transparan adalah
more » ... sparan adalah tingkat untuk menentukan kualitas batu permata berdasarkan banyaknya sinar yang dapat diteruskan oleh sebuah batu permata [1]. Analisis tingkat transparan pada batu permata menggunakan metode Sobel dibutuhkan sebuah citra digital dari batu permata. Citra digital dari batu permata tersebut dilakukan operasi deteksi tepi untuk meningkatkan penampakan garis batas pada citra digital. Deteksi tepi dapat dilakukan dengan metode Sobel. Metode Sobel adalah operator Sobel yang terdiri dari dua matriks mask berukuran 3 × 3 yang masing-masing adalah í µí°» í µí±¥ dan í µí°» í µí±¦. Matriks mask dirancang untuk memberikan respon yang maksimal terhadap tepian objek vertikal maupun horisontal [2]. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Sobel dalam mendeteksi tepian objek pada citra digital serta melakukan analisis tingkat transparan pada batu permata berdasarkan threshold. Citra digital yang akan dideteksi tepi merupakan sebuah citra gray dari citra warna (RGB), citra digital pada batu permata diperbesar 800 kali. Dalam penelitian ini dilakukan dua proses untuk menentukan tingkat transparan pada batu permata. Proses pertama adalah menentukan citra dasar yang paling baik, yaitu citra dasar yang paling banyak menghasilkan titik-titik piksel berwarna putih pada citra hasil deteksi tepi menggunakan algoritma Sobel. Langkah awal dalam melakukan pendeteksian tepian objek pada citra digital yaitu memasukan citra objek yang tersimpan dalam file komputer pada program komputer. Kedua, program komputer melakukan proses segmentasi citra dengan memisahkan citra objek menjadi tiga citra dasar yaitu citra R , citra G dan citra B. Ketiga, melakukan proses analisis citra yakni
fatcat:ofaywpexcbf45ew4acvq65o5ti