PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN DISCOVERY LEARNING PADA SISWA MA Yurmawita

Madrasah Negeri, Kota Bengkulu, Jl Fatmawati
unpublished
This study aims to Knowing how to apply learning with Discovery Learning approach so as to improve problem solving skills , cognitive skills and abilities in students' understanding of mathematical concepts MAN 2 Kota Bengkulu. This research is a classroom action research subjects were students of class XI IPA. The research showed that in the first cycle, the average value is 84.8 students in classical learning with success percentage of 76.5 %. In the second cycle, found that niai average was
more » ... t niai average was 89.4 and the percentage of successful learning is 100 %. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui cara menerapkan pembelajaran dengan pendekatan Discovery Learning sehingga bisa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, keterampilan kognitif serta kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa MAN 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada siklus I, nilai rata-rata siswa secara klasikal yaitu 84,8 dengan persentase keberhasilan belajar sebesar 76,5 %. Pada siklus II, diperoleh bahwa niai rata-rata adalah 89,4 dan persentase keberhasilan belajar adalah 100%. Kata kunci: pembelajaran, discovery learning, matematika PENDAHULUAN Perkembangan zaman menuntut manusia untuk selalu dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat dan akurat. Tuntutan itu sejalan dengan apa yang diamanatkan dalam kurikulum pendidikan nasional yakni menjadikan manusia Indonesia yang siap menghadapi persaingan global. Sejalan dengan itu maka pembelajaran matematika turut menjadi bagian yang harus dipelajari oleh siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Dalam perjalanannya pembelajaran matematika terus menerus mengalami perkembangan yakni teori bilangan, aljabar, kalkulus, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. NCTM (National Council of Teacher of Mathematic): 2000 merumuskan lima kemampuan matematis yang harus dikuasai oleh siswa yaitu pemecahan masalah, penalaran dan pembuktian, koneksi dan representasi. Keterampilan-keterampilan tersebut merupakan berfikir matematika tingkat tinggi yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran termasuk kemampuan pemecahan masalah. Dalam prakteknya masih banyak siswa yang kemampuan matematikanya rendah. Hal itu berdampak pula terhadap hasil belajar yang mereka dapatkan. Untuk itu penulis mencoba menerapkan metode Discovery Learning dalam pembelajaran matematika. Metode Discovery learning seperti yang diamanatkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merupakan suatu pendekatan yang wajib diterapkan dalam kurikulum 2013. Karakteristik dari metode ini adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga sesuai dengan tuntutan zaman bahwa siswa mesti aktif dan membangun sendiri pengetahuan yang ada pada dirinya sendiri. Dalam model Discovery Learning peran guru bukan lagi sebagai satu-satunya pemberi informasi seperti yang dilakukan di dalam pembelajaran konvensional namun lebih kepada fungsi pembimbing yang memberikan pendampingan kepada siswa untuk belajara secara aktif. Istilahnya adalah Student oriented atau pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru memberikan peran kepada siswa seluas-luasnya untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang materi,
fatcat:iwzeotoykbgvjgk3vgzs5to2iy