Elfect of Combination of Milk, Egg Powder and Rice Flour on Biscuits Quality and Organoleptics

Pengaruh Susu, Tepung Telur, Tepung Beras, Kualitas Dan, Organoleptik Biskuit, E Vebriyanti, Dan Kurniawan
2011 unpublished
The research obiectives are determination of concentration of milk, rice flour and egg powder on protein, fat, crude fibre, and organoleptic evaluation on biscuit. The experiment was designed by using Randomized Block Design with 4 treatments: A (egg powder 20%, skim milk 33o%, riceflour 7%o), B (egg powder 25o%, skim milk 25%, riceflour 10%o), C (egg powder 30%, skim milk 17%, riceflour t 3%o), D (egg powder 3 5%o, skim milk 9o%, rice Jlour I 6%o), and each treatment was repeated 5 times.
more » ... eated 5 times. Parameters obsembd were protein,fat, crudefibre, and organoleptic of biscuit. Result shown, the concentration of mitk, riceflour and egg powder affected protein, fat, crudefibre, and organoleptic of biscuit highly signfficant (P<0.01). In conclusion, the best concentration of milk, rice flour, and egg powder for biscuit were 9o%, I 6%, and 3 5 % respectively. PENDAIIULUAN Biskuit merupakan salah satu kue kering yang sangat digemari oleh kalangan anak-anak dan orang dewasa. Inti pembuatan kue kering adalah pencampuran tepung dan air yang dijadikan adonan kemudian ditambahkan dengan bahan yang mengandung lemak agar biskuit menjadi renyah (Gracia et al.,2009). Susu merupakan bahan makanan yang sangat penting untuk kebutuhan manusia karena mengandung zatmakanan yang sangat diperlukan oleh tubuh seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Karena nilai gizi dan kandungan yang khas inilah yang menjadikan susu sebagai bahan makanan yang disukai untuk dikonsumsi secara langsung. Tetapi susu mempunyai sifat yang mudah rusak karena susu mengandung berbagai komponen bahan pangan yang merupakan bagian sangat baik untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, kapang dan khamir sehingga dapat menurunkan mutu susu sehingga tidak tahan lama. Antisipasi susu ini tidak terbuang maka perlu dilakukan usaha penanganan dan pengolahan sehingga dapat menekan pencemaran susu 'oleh bakteri yang sekaligus meningkatkan pemanfaatan susu tersebut Komposisi Biskuit (E. Vebriyanti dan R. Kurniawan) dengan jalan diolah menjadi campuran dalam pembuatan biskuit demikian pula tepung telur (Widodo etal., 2003). Telur merupakan bahan makanan yang sempuma karena telur mengandlng zat-zat gizi yang kaya protein (45%),lemak (40%\ danzat-zat lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh menurut Hadiwiyoto (1983). Ditambahkan Syamsir et al. (1994). Kualitas telur ditentukan oleh makanan dan level protein ransum. Selain komposisi yang ideal tersebut telur juga mengalami sifat yang mudah rusak karena ranlai pemasaran yang dilalui oleh telur cukup panjang dari petemak, pedagang dan akhimya sampai ketangan konsumen. Salah satu cara mempertahankan kualitas telur tersebut adalah dengan mengolah telur menj adi tepung telur utuh dan dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam pembuatan biskuit. Pemakaian bahan-bahan seperti susu, tepung telur dan tepung beras serta bahan tambahan lainnya diharapkan kandungan gizi seperti protein, lemak dan serat kasar dalam pembuatan biskuit menjadi lebih baik. Penambahan tepung beras sebagai bahan tambahan yang mengandung pati dimaksudkan sebagai pengganti tepung terigu. 2I
fatcat:bjklw7ynj5c47leumdafu22xvq