Efisiensi Usaha Agribisnis Bawang Merah sebagai Strategi Usaha dalam Mendukung Ketahanan Pangan Di Kabupaten Blitar

Joko Gagung Sunaryono, Mochamad Fadil
2019 AGRIEKSTENSIA  
ABSTRAK Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efisiensi budidaya bawang merah, menghitung produktivitas usahatani bawang merah, menghitung produktifitas budidaya bawang merah pada petani yang melakukan penanganan pasca panen dan yang tidak melakukan. Metode penelitian ini menggunakan metode survey yaitu wawancara langsung dengan responden, responden yang dimaksudkan adalah petani bawang merah. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif.
more » ... ik deskriptif. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan peran dari pelaku usaha bawang merah, dilaksanakan dengan penyajian data variabel dengan cara data ditabulasi kemudian dideskripsikannya. Analisis data yang digunakan adalah R/C ratio usahatani bawang merah. Setelah data di kumpulkan dari seluruh sampel, maka di lakukan tabulasi data berdasarkan aspek penanganan pasca panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya bawang merah adalah efisien dengan nilai rerata penerimaan (0,3 Ha) Rp. 41.590.800, Total biaya usahatani Rp. 15.370.483 , laba Rp. 26.220.317, R/C ratio sebesar 2,71. Adapun produktifitas usahatani Bawang Merah sebesar 8557,78 kg/ha masih memungkinkan untuk ditingkatkan. Sedangkan seluruh petani responden melakukan penanganan pasca panen sehingga perbedaan produktivitas petani yang tidak melakukan penanganan pasca panen dengan yang melakukan penanganan pasca pananen tidak dapat ditentukan. Kata kunci : Efisiensi, Strategi, Agribisnis bawang merah ABSTRACT The purpose of this study was to determine the efficiency of shallot cultivation, calculate the productivity of shallot farming, and calculate the productivity of shallot cultivation for farmers who carry out post-harvest handling and those who did not. This research method uses a survey method that is direct interviews with respondents, respondents who are intended are shallot farmers. The analysis technique used in this study is descriptive statistical analysis techniques. Descriptive statistical analysis is used to analyze data by describing the role of onion business actors, carried out by presenting variable data by means of tabulated data and then describing it. Analysis of the data used is the R / C ratio of onion farming. After the data has been collected from all samples, the data tabulation is based on aspects of post-harvest handling. The results showed that shallot cultivation was efficient with an average value of acceptance (0.3 ha) of Rp. 41,590,800, Total
doi:10.34145/agriekstensia.v18i1.26 fatcat:chou27zjnvapznfqiwbdo73niy