DAMPAK VARIASI TEMPERATUR SAMUDERA PASIFIK DAN HINDIA EKUATORIAL TERHADAP CURAH HUJAN DI INDONESIA

Tjasyono Bayong, Hk, Atika Lubis, Ina Juaeni, Ruminta, Woro Harijono
unpublished
Monsoon causes seasonal climate variation, while others natural phenomena such as El Niño, La Niña, Southern Oscillation and Indian Ocean Dipole (IOD) give occation to non-seasonal climate variation. Indonesian region is under influence of both the equatorial and monsoonal circulation regimes of quite different character. Ratio between the amount of rainfall in Asian monsoon (DJF) and in Australian monsoon (JJA) is greater for monsoonal rain type than that for equatorial rain type. The
more » ... type. The influence of El Niño and IOD (+) phenomena is the diminution of rainfall amount, so that the growing season is sharter. On the contrary La Niña and IOD (-) cause the increase of rainfall amount, thus growing season is longer. Occurance frequencies of El Niño, La Niña in the Equatorial Pacific Ocean and IOD in the Equatorial Indian Ocean is less than that in normal conditions. ABSTRAK Monsun menyebabkan variasi iklim musiman, sedangkan fenomena alam lain seperti El Niño, La Niña, Osilasi Selatan dan Dipol Osean Hindia menyebabkan variasi iklim non-musiman. Wilayah Indonesia dipengaruhi oleh rezim sirkulasi ekuatorial dan monsunal dengan karakter yang berbeda. Rasio antara jumlah curah hujan dalam monsun Asia (DJF) dan dalam monsun Australia (JJA) lebih besar untuk tipe hujan monsunal dari pada untuk tipe hujan ekuatorial. Pengaruh fenomena El Niño dan IOD (+) adalah penurunan jumlah curah hujan, sehingga masa tanam lebih pendek. Sebaliknya La Niña dan IOD (-) menyebabkan peningkatan jumlah curah hujan dengan demikian masa tanam lebih lama. Frekuensi kejadian El Niño, La Niña di Samudera Pasifik Ekuatorial dan Dipol Osean Hindia Ekuatorial kurang sering dibandingkan kondisi normalnya.
fatcat:kssl4gnodfhc5iwjlmu5fvnape