STUDI SEBARAN SEDIMEN SECARA VERTIKAL DI PERAIRAN SELAT MADURA

Kabupaten Bangkalan, Vivieta Radhista, Aries Siswanto, Eva Wahyuni, Jurusan Kelautan, Fakultas Pertanian, Trunojoyo Universitas, Madura
unpublished
Abstrak: Profil sedimen secara vertikal menjadi salah satu indikasi untuk mempelajari kronologis suatu wilayah, termasuk pantai dan pesisir. Pemahaman ini penting untuk mengetahui pola sedimentasi yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui stratifikasi sedimen sebagai bahan awal untuk mempelajari pola sedimentasi di perairan sekitar Jembatan Suramadu. Materi utama penelitian adalah substrat sedimen pada profil kedalaman di 5 stasiun, dan didukung data parameter
more » ... er hidrooseanografi. Analisa contoh sedimen menggunakan skala Wentworth sesuai metode Buchanan (Siswanto, 2010). Hasil visualisasi lapang dan analisa laboratorium atas contoh substrat sedimen menunjukkan bahwa jenis sedimen pada 5 stasiun menunjukkan variasi meski tidak signifikan, dengan dominasi secara umum adalah pasir dan ketebalan yang relatif beragam. Profil jenis sedimen sesuai kedalaman pada kedua sisi Jembatan Suramadu relatif berbeda, pasir berbatu pada sisi barat dan pasir berlumpur pada sisi timur. Kata Kunci: sedimen, stratifikasi, Jembatan Suramadu PENDAHULUAN Sedimen dapat berasal dari beberapa sumber, diantaranya adalah sungai. Sedimen terendapkan di muara sungai. Pengendapan dipengaruhi oleh beberapa parameter, diantaranya arus, gelombang, maupun pasang surut. Proses pengendapan yang terjadi secara terus-menerus sehingga terjadi penumpukan substrat sedimen. Hasil dari proses ini berupa endapan dengan jenis substrat yang berbeda pada profil kedalaman, yang disebut stratifikasi sedimen (Munir, 2003). Perairan di Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari perairan Selat Madura menarik untuk dikaji disebabkan kondisi dan dinamika lingkungan yang diduga dipengaruhi oleh faktor fisika, biologi dan kimia, baik yang berasal dari darat maupun laut. Beberapa factor fisika yang berpengaruh terhadap sedimentasi adalah arus, gelombang dan pasang surut (Salamah, 2006). Sebaran sedimen secara vertical menunjukkan sebaran jenis sedimen pada profil kedalaman, dan sekaligus dapat dijadikan indikator pola sedimentasi pada suatu lokasi perairan (Yusuf, 2010). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen pada profil vertikal, sebagai salah satu metode untuk mengetahui kemungkinan terjadinya sedimentasi di lokasi penelitian, khususnya pasca Jembatan Suramadu sebagai salah satu dampak yang berpengaruh terhadap lingkungan. Kondisi lingkungan, khususnya stabiltas pantai di daerah Selat Madura pasca jembatan Suramadu, diduga mengalami perubahan, salah satunya adalah adanya kemunduran garis pantai pada beberapa lokasi di sekitar perairan di sepanjang pelabuhan Kamal sampai dengan kaki jembatan Suramadu sisi Madura (Siswanto, 2010). Perubahan tersebut dapat diketahui dengan beberapa metode, diantaranya pengukuran insitu, analisa citra, maupun pemodelan (numeric). Pendekatan dengan pengukuran secara insitu menjadi metode yang diterapkan dalam penelitian ini, dengan pertimbangan lebih mudah dan sederhana dari sisi waktu, biaya dan tenaga dengan hasil yang cukup akurat. METODE Materi utama dalam penelitian ini adalah sampel sedimen yang diambil di daerah sekitar perairan Labang Kabupaten Bangkalan, tepatnya di sekitar Jembatan Suramadu sisi Madura, tersebar menjadi 5 lokasi dengan interval 100 m dengan pertimbangan perbedaan jenis substrat dasar permukaan yang diamati secara visual pada pada sisi barat dan sisi timur jembatan Suramadu. Metoda studi kasus (Hadi, 1993) digunakan dengan tujuan untuk meneliti terhadap suatu kasus secara mendalam dan berlaku pada waktu, tempat, dan
fatcat:y3t7x2zfsvbkjimw3g62fdruai