Abnormal Return dan Trading Volume Activity Saham-Saham LQ45 pada Peristiwa Pengumuman Kebijakan Quantitative Easing oleh Bank Sentral Amerika Serikat

Muhammad Falih Ariyanto
2016 Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik  
This research is an empirical study to analyze international event and its impacts on Indonesian capital market. The international event in this study is expansionary monetary policy issued by the Federal Reserve in the form of quantitative easing policies that were announced in three stages, on 26 November 2008, 4 November 2010, and 14 September 2012 (Indonesia Stock Exchange trading day). The study analyzed the abnormal return and trading volume activity occured at each event period.
more » ... nt period. Observation period in this study used 120-day estimation period and 11-day event period at each stage of the quatitative easing announcement. The event study was done in Indonesian capital market represented by 127 shares that are catagorized as LQ45 index and actively traded in each event period. The assumption that Indonesian capital market is co-integrated with international capital market can make the announcement of quantitative easing policy as positive information for investors in Indonesia. The analysis results show that a significant positive abnormal return around the event date and a significant increase in the intensity trading activities after the quantitative easing announcement, occured. The market test results show that Indonesian capital market has efficient information in a semi-strong form, so that the investors cannot use the published information to get profits (positive abnormal return) in a long run (around the date of the event only). Abstrak Penelitian ini merupakan studi empiris untuk menganalisis peristiwa internasional dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia. Peristiwa internasional yang diteliti adalah pengumuman kebijakan moneter ekspansif yang dikeluarkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, yaitu quantitative easing yang dilakukan dalam tiga tahapan pengumuman pada tanggal 26 November 2008, 4 November 2010 dan 14 September 2012 (hari perdagangan bursa di Indonesia). Penelitian dilakukan dengan menganalisis abnormal return dan trading volume activity yang terjadi disetiap periode peristiwa. Penelitian ini menggunakan periode pengamatan yang terdiri dari 120 hari periode estimasi dan 11 hari periode peristiwa disetiap tahapan pengumuman quantitative easing. Analisis studi peristiwa dilakukan pada pasar modal Indonesia yang diwakili oleh 127 saham yang pernah masuk dalam kategori indeks LQ45 dan secara aktif diperdagangkan disetiap periode peristiwa. Asumsi bahwa pasar modal Indonesia terkointegrasi dengan pasar modal internasional menyebabkan pengumuman kebijakan quantitative easing dapat menjadi informasi yang positif bagi pemodal di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi abnormal return positif yang signifikan di sekitar tanggal peristiwa dan peningkatan intensitas perdagangan yang signifikan setelah peristiwa pengumuman kebijakan quantitative easing. Hasil pengujian efisiensi pasar menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia efisien secara informasi dalam bentuk setengah kuat sehingga pemodal tidak dapat menggunakan informasi yang dipublikasikan untuk mendapatkan keuntungan (abnormal return positif) dalam jangka waktu yang lama (hanya di sekitar tanggal peristiwa).
doi:10.33105/itrev.v1i1.55 fatcat:j7rpcg5dljfm5ie3wabo5br2v4