PENGARUH PENGIKATAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM TERHADAP KONTINUITAS PADA PEMASANGAN KELUARGA BERENCANA PASCA SALIN METODE TRANSESAREA

Ariadi Ariadi, Hafni Bachtiar
2019 Andalas obstetrics and gynecology journal  
Abstrak Insersi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yang dipasang segera setelah melahirkan telah direkomendasikan oleh WHO, sebagai salah satu metode yang aman dan efektif untuk kontrasepsi sementara. Penyisipan AKDR setelah melahirkan dapat menghindari ketidaknyamanan yang biasanya terjadi pada saat penyisipan interval, dan setiap perdarahan dari penyisipan dapat tersamarkan dengan lokia. Namun, pemasangan AKDR postpartum ini memiliki kelemahan juga. Risiko kemungkinan terjadinya ekspulsi
more » ... adinya ekspulsi spontan sangat tinggi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan metode post test control group design untuk mengetahui perbedaan angka ekspulsi AKDR yang diikat dan tidak diikat yang dipasang saat seksio sesarea di RSUP.Dr.M.Djamil Padang, RST Reksodiwiryo Padang dan RSUD Painan. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara pemasangan AKDR metode transesarea yang tidak diikat dan diikat (P > 0,05). Persentase ekspulsi yang tidak diikat lebih tinggi 11,4 % dibandingkan dengan angka ekspulsi yang diikat 0%. Secara statistik tidak didapatkan perbedaan yang bermakna karena didapatkan nilai P > 0,05. Abstract The insertion of an intrauterine device (IUD) is installed immediately after delivery has been recommended by the WHO, as one method of contraception is safe and effective for interim and prevent missed opportunity (unmet need). IUD insertion after childbirth can avoid discomfort that usually occurs during the interval insertion, and any bleeding from the insertion can be obscured by lochia. However, postpartum IUD insertion has disadvantages as well. The risk of the possibility of spontaneous expulsion is very high. This study is an experimental study with the method of post-test control group design to determine differences in IUD expulsion rate tied and not tied when installed during caesarean section at RSUP. Dr.M.Djamil in Padang, and Military Hospital Reksodiwiryo Padang and Painan District Hospital. There were not significant differences between trancaesarean IUD insertion methods that are not tied or tied (P> 0.05). The percentage of expulsion is not tied 11.4% higher compared to 0% tied expulsion. Statistically, were not significant differences as obtained P value> 0.05.
doi:10.25077/aogj.2.2.79-83.2018 fatcat:ivtkqa2q7vhzjisqjvot55iebm