Budaya masyarakat dalam membangun rumah vernakular di Pesisir Pantai

Wilhelmus Hary Susilo
2014 Masyarakat, Kebudayaan dan Politik  
Absract Indonesia is a country with various cultural heritages, amongst of them is the way people construct their house. Understanding culture of society in buliding house will enable people to maintain tradition and distinctness of each region. The purpose of this research is to describe the way people build houses typical to west coast area in Sumatra. Method uses in this research include (1) preparatory team, (2) assessment reference of vernacular house, (3) preliminary survey, (4) field
more » ... rvey, (4) field observation, (5) interview, (6) measurement: to be proceed manually by the use of a measuring manual; conducted towards an architecture object, (7) micro study documentation. The data analysis covered six activities: (1) documenting the results of openended interviews; (2) portrayal of the measurement results; (3) aspect analysis: scatter pattern, building pattern, details of architecture, materials and structural proportions; (4) findings of unique elements building; (5) comparation to concept of new vernacular architecture; (6) finding the potential for vernacular architecture parts of the coastal part of Indonesia. Finally a new vernacular model house architecture can be obtained as a dynamic model used by people in building their houses. Abstrak Indonesia memiliki begitu banyak khasanah kultural yang menjadi warisan budaya salah satunya adalah membangun rumah tinggalnya. Memahami budaya masyarakat tertentu dalam membangun rumah akan dapat mempertahankan tradisi dan keunikan dari setiap daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bangunan rumah khas di pesisir pantai Sumatera Barat. Metode penelitian ini menggunakan observasi meliputi: (1) persiapan tim, (2) kajian referensi rumah vernakular Indonesia, (3) survei awal, (4) observasi lapangan, (5) wawancara, (6) pengukuran: dilakukan secara manual dengan menggunakan alat pengukur manual dan dilakukan terhadap objek riset arsitektur yang telah ditetapkan, (7) dokumentasi studi mikro di Padang Sumatra Barat. Langkah-langkah dalam tahap analisis data meliputi enam kegiatan, yaitu: (1) mendokumentasikan hasil wawancara open-ended; (2) penggambaran kembali hasil pengukuran di lapangan; (3) analisis hasil riset, meliputi aspek-aspek: pola sebaran, pola membangun, detail-detail arsitektur, proporsiproporsi bahan dan struktural; (4) temuan unsur-unsur bangunan yang unik; (5) membandingkan dengan konsep new vernakular architecture; (6) potensi arsitektur vernakular pesisir pantai di Indonesia, dengan melakukan dokumentasi pada bangunan rumah pesisir pantai di dua lokasi berbeda, yaitu di Sumatra Barat, sebagai prioritas kajian, dan lokasi kedua di wilayah Sulawesi Selatan sebagai variabel kajian kontrol. Kemudian model arsitektur rumah vernakular baru sebagai hasil penelitian yang didapat adalah suatu model dinamik variabel-variabel budaya masyarakat dalam membangun rumahnya. Kata kunci: budaya membangun rumah, model dinamik, variasi budaya, area pantai Pendahuluan Penggalian akar tradisi dilakukan melalui adanya penelitian yang tidak sekedar merekam penampilan fisik dan visualnya, melainkan juga dengan sistem nilai dan sistem sosial masyarakat pendukungnya pada ruang dan waktu tertentu (Budihardjo 1997:33). Kajian ini berpusat pada permasalahan yang dihadapi untuk dapat melestarikan budaya membangun yang berkelanjutan pada areal kawasan pesisir pantai, yang memiliki keunikan tertentu sehingga akan dapat menemukan suatu model budaya membangun rumah vernakular di Padang Sumatra Barat.
doi:10.20473/mkp.v27i12014.55-64 fatcat:hux7bbkpcrgr5kwxflqwcak27y