EFEKTIVITAS MODEL TAPPS DAN MMP BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK

Himmatul Afthina, Intan Indiati, Intan Indiati, Bagus Saputro
unpublished
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa hanya bisa menyelesaikan masalah yang sudah diberikan contoh-contoh soal, sedangkan ketika diberikan soal yang bertipe pemecahan masalah kebanyakan siswa sulit untuk memecahkan soal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematik antara siswa yang dikenai model TAPPS berbantuan GeoGebra, MMP berbantuan GeoGebra, dan model konvensional, serta untuk mengetahui model
more » ... ahui model pembelajaran manakah yang lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design (eksperimen semu). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bae Kudus. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 5 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari metode observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian ini yaitu ada perbedaan efektivitas antara model TAPPS berbantuan GeoGebra, MMP berbantuan GeoGebra, dan model konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik, model TAPPS berbantuan GeoGebra mempunyai hasil lebih efektif dengan model konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik, model MMP berbantuan GeoGebra mempunyai hasil yang lebih efektif dengan model konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik, tidak ada perbedaan efektivitas antara model TAPPS berbantuan GeoGebra dan MMP berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik. Kata kunci: TAPPS, MMP, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek yang dapat menentukan kualitas kehidupan seseorang maupun suatu bangsa. Dalam dunia pendidikan formal, matematika merupakan mata pelajaran yang dapat digunakan untuk membangun pola berfikir siswa. Oleh karena itu, pelajaran matematika di sekolah bukan hanya menerapkan rumus, tetapi juga mengajarkan siswa untuk menyelesaikan masalah matematis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pelajaran matematika juga diharapkan dapat dipahami, memandang matematika sebagai sesuatu yang berguna. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) (2000) menetapkan lima standar kemampuan matematis yang harus dimiliki oleh siswa, yaitu kemampuan pemecahan masalah, kemampuan komunikasi, kemampuan koneksi, kemampuan penalaran, dan kemampuan representasi. Oleh karena itu pendidikan matematika menekankan pentingnya pengembangan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Pentingnya kemampuan memecahkan masalah juga dikemukakan oleh Branca (1980), ia mengemukakan bahwa kemampuan pemecahan masalah adalah jantungnya matematika.
fatcat:a5my337j4jbfpgt4b3p62j3x7e