Edumatica Volume 03 Nomor 02

Ali Syahbana
2013 unpublished
ABSTRAK Materi matematika yang abstrak memerlukan suatu teknik dalam penyampaiannya kepada anak didik, agar materi tersebut dapat diterima dan dipahami dengan baik, khususnya mata kuliah metode numerik yang materinya cenderung abstrak dan mengandung langkah-langkah pengerjaan yang panjang dan berulang. Perlu diterapkannya suatu strategi yang dapat membantu mahasiswa dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses berpikirnya. Dalam hal ini perlu diterapkannya strategi metakognitif.
more » ... etakognitif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Melalui penelitian ini, setelah diterapkannya strategi metakognitif dalam pembelajaran metode numerik, maka aktivitas mahasiswa dalam setiap siklusnya makin meningkat. Mereka makin terbiasa untuk merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses berpikirnya. Begitu juga dengan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa yang makin meningkat, pada setiap siklus kemampuan pemahaman matematis mereka baik secara keseluruhan maupun perindikatornya terus meningkat. Dan tindakan dihentikan pada siklus III, karena seluruh kriteria keberhasilan yang dituju telah tercapai. Kata kunci : kemampuan pemahaman matematis, mahasiswa, strategi metakognitif A. PENDAHULUAN Matematika merupakan bangunan utuh dari kumpulan konsep-konsep yang saling jalin-menjalin dan saling terkait satu sama lain. Untuk menguasai matematika mesti menguasai konsep yang terkandung di dalamnya. Kemudian konsep-konsep tersebut akan lebih bermakna apabila dapat diterapkan melalui proses matematisasi fenomena, baik yang terkandung dalam matematika itu sendiri maupun fenomena yang berasal dari luar matematika. Dengan demikian untuk memahami dan menguasai matematika perlu dilakukan upaya peningkatan kemampuan kognitif tertentu yang dalam hal ini dinamakan sebagai pemahaman matematis dalam pembelajaran matematika. Apalagi materi matematika yang abstrak memerlukan suatu teknik dalam penyampaiannya kepada anak didik, agar materi tersebut dapat diterima dan dipahami dengan baik. Khususnya materi metode numerik yang penyajian metodenya maupun penggunaannya seringkali sulit dipahami mahasiswa disebabkan prosesnya yang panjang sekaligus materinya memang cenderung abstrak. Materi pada metode numerik, seperti yang diuraikan Simonthy (1995) dalam mengibaratkan matematika, bahwa
fatcat:j2mjzjlwmff4lexl5hgup7lahe