Evolusi pengendapan sedimen Kuarter di daerah utara Air Musi, Kota Palembang - Sumatera Selatan

HERMAN MOECHTAR
2006 Indonesian Journal on Geoscience  
SARI Di daerah penelitian, fasies endapan Kuarter terdiri atas endapan alur sungai yang dipisahkan oleh endapan-endapan cekungan banjir, rawa, dan dataran banjir. Peralihan alur sungai 1, 2, dan ke 3 diinterpretasikan sebagai hasil perubahan tipe sungai dari alur sungai lurus ke berkelok. Perubahan secara tegak dari karakter alur-alur sungai tersebut dapat dihubungkan dengan perubahan dari kelembaban. Rangkaian lingkungan cekungan banjir dan rawa secara tegak dan mendatar memperlihatkan fasies
more » ... perlihatkan fasies tersebut menyusut dan meluas. Kejadian ini cenderung diakibatkan oleh perubahan iklim. Perubahan secara tegak endapan Kuarter dapat dihubungkan dengan perubahan iklim. Gejala yang dimaksud terlihat pada subinterval fasies pengendapan I.a ke I.c, yaitu pembentukan fasies alur sungai 2 dan fasies dataran banjir (sub interval fasies pengendapan I.b), yaitu selama pembentukan fasies cekungan banjir 2 (sub interval fasies pengendapan II.b) sebagai refl eksi pertambahan iklim secara menerus dari iklim minimum ke maksimum. Sementara, sub interval I.c ke II.c, kelembaban iklim berkurang dari iklim maksimum ke minimum. Mungkin ini dapat disebut sebagai astrostratigrafi atau orbital stratigrafi . ABSTRACT In the studied area, the sedimentary Quaternary facies consists of fl uvial channel separated by fl oodbasin, swamp, and fl oodplain deposits. Changes in channel style from channel 1, 2, and to 3 are interpreted as the result of a change in the type of river discharge from low to high sinuosity channels. Vertical changes in the character of these fl uvial channels can be related to changes in humidity. The lateral and vertical succession of the fl oodbasin and swamp environments shows evidence of decreasing and increasing of these facies. They are the result of changes in climate. Vertical changes of the Quaternary deposit successions can be related to changes in climate. It is concluded that the subinterval facies I.a to I.c as form of channel 2 and fl oodplain facies (subinterval facies I.b) refl ects a continuosly increase in climate from minimum to climatic maximum. Whereas, from the subinterval facies I.c to II.c during deposition of the subinterval facies II.b by the occurrence of fl oodbasin facies 2, the humid climate decreased from climatic maximum to minimum. Probably, this can be called as astrostratigraphy or orbital stratigraphy.
doi:10.17014/ijog.vol2no1.20071 fatcat:rrk6vnb36vgtzpqeivwe4utfqq