UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK n-HEKSAN BUAH LAKUM (Cayratia trifolia) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) ANTIOXIDANT ACTIVITY ASSAY FROM EXTRACT n-HEXANE OF LAKUM FRUITS (Cayratia trifolia) BY USING DPPH (2,2-DIPHENYIL-1-PICRYLHYDRAZIL) METHOD

Telah Dipertahankan, Di Hadapan, Panitia Penguji, Skripsi Program, Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Muhammad Deky, Rafika Sari, Sri Wahdaningsih, Studi Program, Fakultas Farmasi, Universitas Kedokteran (+3 others)
2013 unpublished
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK n-HEKSAN BUAH LAKUM (Cayratia trifolia) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) NASKAH PUBLIKASI OLEH : MUHAMMAD DEKY SATRIA NIM. I21109004 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2013 ii NASKAH PUBLIKASI UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK n-HEKSAN BUAH LAKUM (Cayratia trifolia) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Oleh : MUHAMMAD DEKY SATRIA NIM. I21109004 ABSTRAK Antioksidan adalah senyawa yang dapat
more » ... redam radikal bebas. Buah lakum (Cayratia trifolia) adalah salah satu tumbuhan yang diduga dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Simplisia buah lakum dimaserasi selama lima hari dengan pelarut n-heksan, maserat yang didapat kemudian di evaporasi dan ekstrak yang diperoleh di uji skrining fitokimia menggunakan uji tabung. Dilakukan uji pendahuluan terhadap sampel menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase gerak kloroform dan metanol (3:1) dan fase diam silika gel 60 F254, selanjutnya kromatogram disemprot menggunakan DPPH 0,2 %. Uji aktivitas antioksidan dari ekstrak n-heksan buah lakum dilakukan dengan metode spektrofotometri visibel menggunakan DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) konsentrasi 0,1 mM dengan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimal 516 nm. Hasil uji tabung memberikan hasil positif mengandung triterpenoid. Hasil uji pendahuluan menunjukkan adanya bercak kuning dengan latar belakang ungu pada plat KLT silika gel 60 F254 ketika disemprot larutan DPPH 0,2 % dengan nilai Rf sebesar 0,72. Hasil uji aktivitas menghasilkan nilai IC50 sampel yaitu 3.158,928 μg/mL, sedangkan nilai IC50 vitamin C sebagai kontrol positif yaitu 2,9712 μg/mL. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan buah lakum lebih rendah dibandingkan dengan vitamin C, namun masih berpotensi sebagai antioksidan. Kata Kunci: antioksidan, ekstrak n-heksan, DPPH, buah lakum ABSTRACT Antioxidant is chemical compound that can muffle free radical. Lakum fruit is one of plant which is assumed can be used as antioxidant. Lakum fruit simplicia was macerated for five days by using n-hexane and then evaporated. Phytochemical test conducted on extract by using tube test. Preface test was done on extract by using Thin Layer Chromatography test with chloroform and methanol (3:1) as mobile phase and Silica gel 60 F254 as stationary phase. After that, chromatogram was sprayed with DPPH 0,2%. Antioxidant activity test from lakum fruit n-hexane extract was done by using visible spectrophotometri with DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhydrazil) in 0,1 mM concentration. This test was done with UV-Vis spectrophotometer on 516 nm. Tube test showed that n-hexane extract of lakum fruit contained triterpenoid. Preface test showed there was yellow spot with purple background in Silica gel 60 F254 plat when it was sprayed by DPPH 0,2%. Rf value of that spot was 0,72. IC50 value of lakum fruit extract was 3.158,928 μg/mL, while vitamin C IC50 value as control positive is 2,9712 μg/mL. According to that result, it can be concluded that antioxidant activity of lakum fruit was lower than vitamin C. Keyword: Antioxidant, n-hexane extract, DPPH, lakum fruit PENDAHULUAN Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman yang melimpah termasuk tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat. Pemanfaatan obat-obatan yang bersifat alami telah menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia. Berbagai jenis tanaman di Indonesia yang telah digunakan secara empiris di masyarakat, tetapi belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
fatcat:4rirkx5bnfb4fok7aeoymudw6a